Minggu, 05 Juli 2026

Bonus Atlet Disabilitas Disamakan, Sumut Tegaskan Tak Ada Perbedaan

Bonus Atlet Disabilitas Setara, Sumut Tegas
Sukri - Kamis, 04 Juni 2026 14:00 WIB
Bonus Atlet Disabilitas Disamakan, Sumut Tegaskan Tak Ada Perbedaan
istimewa
Kepala Dispora Sumut M Mahfullah Daulay bersama pengurus NPC Sumut, peserta Rakerprov, dan tamu undangan berfoto bersama usai pembukaan Rakerprov NPC Sumut 2026 di Hotel Fave Medan, Medan, Rabu (3/6/2026) malam. Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitm
Kitakini.news - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya menghadirkan kesetaraan dalam pembinaan olahraga, termasuk bagi atlet disabilitas. Tidak hanya dalam aspek pembinaan dan fasilitas latihan, pemerintah daerah kini memastikan pemberian bonus atau reward bagi atlet paralimpik disamakan dengan atlet olahraga umum yang berada di bawah naungan KONI.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut, M Mahfullah Daulay, saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) National Paralympic Committee (NPC) Sumut 2026 di Hotel Fave Medan, Rabu (3/6/2026) malam.

Baca Juga:

Mahfullah menegaskan, kesetaraan terhadap atlet disabilitas merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada insan olahraga yang telah mengharumkan nama Sumut hingga Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional.

"Rakerprov NPC Sumut ini tentu sebagai bahan evaluasi bagi pembinaan atlet yang dilakukan selama 2025, termasuk hingga Juni 2026 ini. Bahkan, kita terima usulan dari NPC Sumut jika ada revisi pengajuan dana hibah 2026 jika ada kebutuhan yang sangat penting demi mendukung program pembinaan dan organisasi," kata Mahfullah.

Ia memastikan, pemerintah provinsi telah menerapkan penyetaraan bonus bagi atlet NPC Sumut, baik peraih medali emas, perak, maupun perunggu di ajang nasional seperti Peparnas. Bonus tersebut disebut telah diserahkan langsung oleh Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, dengan nominal yang setara seperti atlet PON binaan KONI.

"Sumut juga punya potensi besar bisa menjadi tuan rumah Peparnas 2028 karena secara pemenuhan fasilitas olahraga sudah sangat baik. Namun, ini harus didukung kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam hal pendanaan termasuk juga berharap NPC Sumut bisa melahirkan atlet potensial tidak hanya untuk Sumut, tetapi bagi Indonesia," ujar Mahfullah.

Selain bonus, Pemprov Sumut juga membuka akses gratis bagi atlet disabilitas untuk menggunakan berbagai fasilitas olahraga pasca-PON 2024 di Sumut. Venue-venue berstandar nasional hingga internasional kini menjadi pusat latihan harian atlet NPC Sumut sebagai bagian dari upaya pemerataan dukungan olahraga.

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, mengapresiasi langkah pemerintah provinsi yang dinilai memberi dampak besar terhadap motivasi dan peningkatan prestasi atlet disabilitas di Sumut.

"Kami NPC Sumut sangat mengapresiasi kesetaraan yang telah kami rasakan baik dalam hal pemberian bonus dan penggunaan sarana dan prasarana latihan atlet oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara. Pada Rakerprov kali ini kami juga berharap dukungan kembali dari pemerintah, terutama dalam mendukung program pembinaan bagi atlet, termasuk menyongsong event nasional seperti Peparnas 2028 mendatang," kata Alan.

Alan menyebut, dukungan pemerintah selama ini menjadi salah satu faktor penting keberhasilan NPC Sumut mencatat prestasi di tingkat nasional. Pada Peparnas 2024 di Solo, Sumut mampu menembus lima besar klasemen nasional meski hanya mengirim kontingen sekitar 80 atlet, salah satu yang terkecil di jajaran 10 besar.

"Kita pada Peparnas 2024 di Solo dengan jumlah kontingen sekitar 80-an atau kontingen terkecil dari provinsi yang berada di 10 besar peringkat klasemen perolehan medali. Tapi, kita Sumut sukses berada di peringkat lima besar, ini tentu bagian dari kesuksesan kita yang bisa memetakan skala prioritas," ujarnya.

Sementara itu, pengurus NPCI Pusat yang diwakili Ketua Bidang Humas, Herry Isranto, juga mengapresiasi komitmen Pemprov Sumut dalam menghadirkan kesetaraan pembinaan atlet disabilitas. Menurutnya, dukungan fasilitas dan penghargaan yang diberikan menjadi modal besar bagi Sumut untuk terus meningkatkan prestasi.

"Saya lihat dukungan dari pemerintah Sumut sudah sangat luar biasa. Kita dengar reward atlet berprestasi sudah disamaratakan dengan atlet binaan KONI Sumut. Termasuk sarana dan prasarana latihan yang sudah memenuhi standar internasional, ini menjadi potensi besar tentunya bagi Sumut untuk bisa jauh lebih baik," kata Herry.

Dengan dukungan bonus yang setara, akses fasilitas olahraga eks PON, serta penguatan pembinaan atlet, Sumut kini terus mempertegas komitmennya menghadirkan kesetaraan di dunia olahraga, tanpa membedakan status atlet umum maupun atlet disabilitas.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Taekwondo NPC Sumut Juara Umum Para Ksatria Nusantara PBTI

Taekwondo NPC Sumut Juara Umum Para Ksatria Nusantara PBTI

Empat Atlet NPC Sumut Dipanggil Pelatnas Menuju APG 2026 & Paralimpiade 2028

Empat Atlet NPC Sumut Dipanggil Pelatnas Menuju APG 2026 & Paralimpiade 2028

Atlet NPC Sumut Tampil Heroik di Negeri Gajah Putih, Kunci 15 Emas ASEAN Para Games

Atlet NPC Sumut Tampil Heroik di Negeri Gajah Putih, Kunci 15 Emas ASEAN Para Games

21 Atlet Peparpenas Sumut Siap Ukir Prestasi di Jakarta:  Siap Ukir Prestasi

21 Atlet Peparpenas Sumut Siap Ukir Prestasi di Jakarta: Siap Ukir Prestasi

Atlet Muda NPC Sumut Adelia Lolos Sekolah Khusus Atlet Disabilitas Kemenpora

Atlet Muda NPC Sumut Adelia Lolos Sekolah Khusus Atlet Disabilitas Kemenpora

Poldasu dan Dispora Sumut Perlu Melakukan Pemberdayaan Terhadap Kelompok Gemot, kata Fajri Akbar

Poldasu dan Dispora Sumut Perlu Melakukan Pemberdayaan Terhadap Kelompok Gemot, kata Fajri Akbar

Komentar
Berita Terbaru