Endrick Kembali Bersinar, Brasil Akhiri Masa Uji Coba dengan Kemenangan atas Mesir
Kemenangan ini melengkapi hasil meyakinkan yang sebelumnya diraih Brasil saat membantai Panama 6-2. Lebih dari sekadar kemenangan, pertandingan melawan Mesir menjadi kesempatan terakhir bagi Carlo Ancelotti untuk menguji berbagai skenario sebelum memasuki turnamen terbesar sepak bola dunia.
Baca Juga:
Sejak menit awal, Brasil langsung menunjukkan ambisi untuk mengendalikan pertandingan. Kombinasi Vinicius Junior, Lucas Paqueta, Matheus Cunha, dan Bruno Guimaraes membuat lini tengah hingga lini depan Selecao tampil agresif.
Hasilnya terlihat hanya tujuh menit setelah kick-off. Bruno Guimaraes berhasil memecah kebuntuan dan membawa Brasil unggul lebih dulu. Gol tersebut lahir dari tekanan yang terus diberikan tuan rumah kepada pertahanan Mesir.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Mesir membuktikan bahwa mereka datang bukan sekadar untuk menjalani laga formalitas menjelang Piala Dunia. Melalui serangan balik cepat, Mostafa Zico berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Gol tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada celah yang harus dibenahi Brasil, terutama dalam transisi bertahan. Setelah kedudukan imbang, laga berjalan lebih seimbang. Mesir mulai berani keluar menyerang, sementara Brasil tetap mendominasi penguasaan bola tetapi kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan Selecao sepanjang babak pertama, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Ancelotti mulai melakukan sejumlah pergantian pemain. Salah satu keputusan yang kemudian menjadi pembeda adalah memasukkan Endrick.
Penyerang muda yang baru saja menyelesaikan musim perdananya bersama Real Madrid itu kembali menunjukkan mengapa banyak pihak menilainya sebagai masa depan lini depan Brasil.
Hanya beberapa menit setelah masuk ke lapangan, Endrick berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari kerja sama apik di sisi kanan serangan, bola dikirim ke area berbahaya dan diselesaikan dengan tenang oleh pemain berusia 19 tahun tersebut untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Gol itu tidak hanya memastikan kemenangan Brasil, tetapi juga memperpanjang tren positif Endrick yang terus tampil tajam bersama tim nasional.
Di sisi lain, Mesir berusaha memberikan respons. Masuknya Mohamed Salah pada babak kedua meningkatkan ancaman di lini depan The Pharaohs. Bintang Liverpool itu sempat beberapa kali merepotkan pertahanan Brasil melalui kecepatan dan kreativitasnya.
Meski demikian, lini belakang Selecao tampil lebih solid dibanding babak pertama. Upaya Mesir untuk mencari gol penyeimbang akhirnya tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, Carlo Ancelotti mengaku cukup puas dengan performa timnya, terutama karena laga ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kesiapan skuad sebelum Piala Dunia dimulai.
"Saya sangat menyukai apa yang saya lihat dari Endrick. Dia menunjukkan kualitas, pergerakan, dan insting yang sangat baik," kata Ancelotti seusai pertandingan.
Pelatih asal Italia itu menilai Endrick kembali membuktikan kemampuannya sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan meski memulai laga dari bangku cadangan.
Meski menang, Ancelotti mengaku masih menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki. Menurutnya, Brasil kehilangan sedikit kontrol permainan setelah melakukan banyak pergantian pemain pada babak kedua.
"Saya senang dengan banyak hal yang kami lakukan malam ini, tetapi 30 menit terakhir memberi saya beberapa hal untuk dievaluasi sebelum Piala Dunia dimulai," ujarnya.
Ancelotti menjelaskan bahwa fokus utama dalam dua laga uji coba terakhir bukan hanya mengejar kemenangan, melainkan memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur saat turnamen resmi dimulai.
Dari kubu lawan, pelatih Mesir Hossam Hassan mengakui kekalahan tersebut terasa mengecewakan. Namun ia tetap bangga dengan semangat juang yang diperlihatkan para pemainnya saat menghadapi salah satu kandidat juara dunia.
"Saya tidak suka kalah dan saya sedih dengan kekalahan dari Brasil, meskipun mereka adalah salah satu tim terbesar di dunia," kata Hassan.
Mantan penyerang legendaris Mesir itu juga menilai pertandingan melawan Brasil memberikan pelajaran berharga bagi timnya.
"Kami menghadapi tim yang kuat dan luar biasa dalam pertandingan terakhir sebelum Piala Dunia," ujarnya.
Bagi Brasil, kemenangan ini semakin menguatkan optimisme menjelang petualangan mereka di Grup C Piala Dunia 2026. Bruno Guimaraes kembali menunjukkan perannya sebagai pengatur tempo permainan, sementara Endrick terus mengirim pesan kuat kepada Ancelotti bahwa dirinya layak mendapat menit bermain lebih banyak saat turnamen berlangsung.
Meski masih memiliki beberapa catatan pekerjaan rumah, terutama di sektor pertahanan dan keseimbangan permainan setelah rotasi pemain, Brasil meninggalkan Cleveland dengan modal yang sangat positif. Dua kemenangan beruntun atas Panama dan Mesir menjadi bekal berharga sebelum mereka memulai misi memburu gelar juara dunia keenam.
Sementara itu, Mesir pulang dengan kekalahan, tetapi juga membawa keyakinan bahwa mereka memiliki kualitas untuk bersaing di Piala Dunia. Penampilan disiplin dan kemampuan memberikan perlawanan kepada Brasil menjadi bukti bahwa tim asal Afrika Utara tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata ketika kompetisi sesungguhnya dimulai.
Sumber: Reuters, ESPN, Managing Madrid, Yahoo Sports, Outlook India
Prancis Melaju ke Perempat, Penalti VAR Akhiri Perlawanan Gigih Paraguay
Perjalanan Sensasional Maroko di Piala Dunia 2026: Tahan Brasil, Kini Gilas Kanada Menuju Delapan Besar
Maroko Hentikan Langkah Kanada 3-0, Jadi Tim Pertama Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Kanada vs Maroko Buka Pertarungan 16 Besar Piala Dunia 2026, Sejumlah Big Match Menanti
Maroko dan Mesir Jaga Asa Afrika di Piala Dunia 2026, Dua Singa Terakhir Menuju Babak 16 Besar