Mourinho Bawa Real Madrid Menang Dramatis di Kandang Espanyol
Madrid harus bekerja keras sebelum memastikan tiga poin. Gol penentu baru lahir menjelang pertandingan berakhir melalui Carlos Espí, pemain yang masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan dampak besar.
Baca Juga:
Sejak pertandingan dimulai, Real Madrid berusaha mengambil kendali. Serangan mereka membuahkan hasil ketika Jude Bellingham mencetak gol pembuka pada menit kesembilan. Gelandang Inggris tersebut menyelesaikan peluang melalui sundulan setelah menerima umpan Arda Güler dari situasi bola mati.
Keunggulan tersebut membuat Madrid berada dalam posisi nyaman. Arda Güler menjadi salah satu pemain yang cukup menonjol karena aktif mengalirkan bola dari lini tengah ke area pertahanan Espanyol.
Namun, tuan rumah tidak membiarkan Madrid mengendalikan pertandingan terlalu lama. Espanyol meningkatkan intensitas permainan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-30 melalui Álex Calatrava.
Setelah skor berubah 1-1, pertandingan berjalan semakin sengit. Madrid masih berusaha membangun serangan, tetapi Espanyol mampu menjaga struktur pertahanannya dengan baik. Sejumlah peluang yang diciptakan tim tamu tidak berujung gol hingga turun minum.
Mourinho kemudian melakukan sejumlah perubahan selepas jeda. Yan Diomande dan Marc Cucurella dimainkan pada menit ke-64. Pergantian berikutnya dilakukan sekitar 10 menit menjelang waktu normal berakhir dengan memasukkan Eduardo Camavinga, Trent Alexander-Arnold dan Carlos Espí.
Keputusan tersebut akhirnya menghasilkan perbedaan.
Pada menit ke-90, Madrid mendapatkan momen yang ditunggu. Kylian Mbappé terlibat dalam rangkaian serangan di kotak penalti Espanyol. Bola kemudian jatuh ke kaki Espí yang berada dalam posisi ideal.
Penyerang muda tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan. Espí melepaskan penyelesaian akurat untuk membawa Madrid kembali unggul 2-1 sekaligus memastikan kemenangan dramatis pada laga pembuka.
Gol tersebut mendapat sambutan luar biasa dari Mourinho. Sang pelatih menilai pemain pengganti memberikan energi berbeda dan menunjukkan keinginan kuat ketika dipercaya turun.
"Para pemain pengganti masuk dengan rasa lapar," kata Mourinho seusai pertandingan.
Mourinho juga menyoroti kondisi Vinícius Junior. Bintang Brasil itu beberapa kali menerima kontak keras dari pemain Espanyol. Menurut Mourinho, perlakuan terhadap Vinícius sudah melewati batas kewajaran.
"Sekarang Vini milik saya. Dia bukan orang suci, tetapi apa yang dilakukan kepadanya terlalu berlebihan," ujar Mourinho.
Komentar tersebut kemudian disertai pandangan Mourinho mengenai perlakuan terhadap Vinícius yang menurutnya masih berada dalam apa yang ia sebut sebagai "era bullying".
Terlepas dari kemenangan tersebut, penampilan Madrid masih menyisakan pekerjaan rumah. Mereka terlihat meyakinkan pada awal laga, tetapi kehilangan sebagian kendali setelah Espanyol mencetak gol penyama.
Mourinho kini memiliki waktu untuk memperbaiki detail permainan sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Setidaknya, tiga poin pertama sudah berada di tangan.
Sementara itu, Espí menjadi sosok paling menentukan dalam debut Mourinho. Hanya sekitar 10 menit berada di lapangan, pemain yang didatangkan dari Levante tersebut langsung mencetak gol yang menghadirkan kemenangan.
Awal musim ini belum menjadi bukti bahwa Real Madrid sudah kembali ke performa terbaik. Namun, kemenangan tandang seperti ini memperlihatkan satu modal penting: **Madrid era Mourinho mampu bertahan dalam tekanan dan menemukan cara untuk menang hingga detik-detik terakhir.**
Sumber: Reuters, EFE, Al Jazeera, AS, Managing Madrid dan Anadolu Agency.
Bayern Munich Juara Piala Super Jerman, Kompany Puji Mentalitas Tim
Preview Newcastle vs Liverpool: Duel Besar Dua Arsitek Baru di St James' Park
Rekan Seperguruan Islam Makhachev Hancurkan Tracy Reeder di Ronde Pertama
Kejari Belawan Ukir Prestasi, Bidang PAPBB Raih Peringkat Pertama Pemulihan Aset
Potret Aset Pemkab Nias Selatan, Sejumlah Gedung Perkantoran Rusak dan Terbengkalai