Kamis, 20 Agustus 2026

Biaya Kampanye Tinggi, Muslim Ayub Usulkan Pemilu Diadakan 10 Tahun Sekali

Fitri - Kamis, 31 Oktober 2024 14:11 WIB
Biaya Kampanye Tinggi, Muslim Ayub Usulkan Pemilu Diadakan 10 Tahun Sekali
Tangkapan Layar YouTube DPR RI
Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, usulkan pemilu dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Kitakini.news -Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, mengajukan usulan terkait perubahan pelaksanaan pemilu. Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Baleg DPR bersama Komnas HAM, Perludem, dan AMAN di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2024), Ayub menyarankan agar pemilu diadakan setiap 10 tahun sekali, menggantikan periode lima tahun yang berlaku saat ini.

Baca Juga:

Ayub menilai bahwa pemilu yang berlangsung setiap lima tahun menimbulkan berbagai masalah, terutama terkait dengan pengeluaran politik yang sangat besar. "Apa pun aturan yang kita buat ke depan, kapan pun tidak akan terhindar dari politik uang. Itu sudah pasti," ungkap Ayub dalam pernyataannya. Dia menambahkan bahwa sistem yang ada saat ini justru memperburuk kondisi finansial para kandidat yang mengeluarkan dana miliaran demi memenangkan suara.


Menekankan bahwa pandangannya ini bersifat pribadi, Ayub menjelaskan bahwa Fraksi NasDem belum memiliki sikap resmi terkait wacana ini. "Ini usulan pribadi, bukan sikap NasDem," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perubahan periode pemilu menjadi 10 tahun diharapkan dapat mengurangi tekanan ekonomi pada para kandidat dan memungkinkan mereka mengembalikan investasi politik yang telah dikeluarkan.

Ayub juga menggarisbawahi bahwa banyak kandidat, khususnya di tingkat legislatif, menghabiskan dana minimal Rp20 miliar untuk keperluan kampanye. "Tidak sedikit dari kita yang menghabiskan uang. Minimal Rp20 miliar ke atas. Tidak ada yang sampai Rp10 miliar saja," imbuh Ayub.

Usulan ini tentu menuai beragam reaksi, terutama karena pemilu yang diadakan setiap 10 tahun berpotensi mengubah banyak aspek dalam sistem pemerintahan dan proses pemilihan. Komnas HAM, Perludem, dan AMAN sebagai organisasi yang terlibat dalam RDPU ini juga diharapkan memberikan pandangan mereka terhadap usulan Ayub.

Meskipun demikian, usulan ini akan membutuhkan kajian mendalam mengingat adanya aspek-aspek demokratis yang perlu diperhatikan dalam menentukan periode pemilu. Ayub sendiri menyadari bahwa perlu ada aturan yang mampu menjaga transparansi dan meminimalisir praktik politik uang dalam sistem pemilu Indonesia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Abdul El-Sayed Menangi Pemilu Senat Michigan, Berpeluang jadi Muslim Pertama Anggota Senat AS

Abdul El-Sayed Menangi Pemilu Senat Michigan, Berpeluang jadi Muslim Pertama Anggota Senat AS

Rommy Van Boy Ajak Warga Berkolaborasi Berantas Peredaran Narkoba di Medan

Rommy Van Boy Ajak Warga Berkolaborasi Berantas Peredaran Narkoba di Medan

Said Aldi Intruksikan PD AMPG Se Indonesia Untuk Laksanakan Diklat Kader dan Konsolidasi

Said Aldi Intruksikan PD AMPG Se Indonesia Untuk Laksanakan Diklat Kader dan Konsolidasi

Khadafi Pimpin Hanura Binjai, Targetkan Satu Dapil Satu Kursi

Khadafi Pimpin Hanura Binjai, Targetkan Satu Dapil Satu Kursi

Bawaslu Tapsel Hadiri Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan IV tahun 2025.

Bawaslu Tapsel Hadiri Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan IV tahun 2025.

Said Aldi Al Idrus Instruksikan PD AMPG Jawa Timur Rekrut 100 Ribu Kader Muda

Said Aldi Al Idrus Instruksikan PD AMPG Jawa Timur Rekrut 100 Ribu Kader Muda

Komentar
Berita Terbaru