Perayaan Imlek Pasca Pandemi, Permintaan Pernak-pernik Meningkat
Kitakini.news - Pemintaan pernak-pernik Imlek meningkat jelang perayaan, 22 Januari 2023 nanti. Tahun pertama sejak tidak ada pembatasan pasca pandemi Covid-19 membuat warga Tionghoa semakin semangat merayakannya.
Baca Juga:
Seperti yang dikatakan Salah satu pedagang di Pasar Ramai di Jalan Thamrin Medan, Steven. Dia mengakui adanya peningkatan permintaan setelah melandainya kasus Covid-19. Bahkan sudah banyak pengecer yang berbelanja di kiosnya.
"Perayaan Imlek tahun ini bertemakan Shio Kelinci sehingga aneka macam aksesoris yang dijual juga bergambar kelinci. Mulai dari gantungan dinding, angpao, sejumlah jenis lampion dengan gambar kelinci," sebutnya.
Steven yang sudah berjualan selama 20 tahun di pasar itu mengatakan, pada tahun 2023 untuk harga jual pernak-pernik bervariasi, mulai dari Rp10.000-Rp25.000 untuk angpao, lampion satu set isi 2 seharga Rp300.000, kantong rejeki seharga Rp35.000.
"Hiasan serta angpau sudah mulai diburu pembeli sejak pertengahan Desember 2022 lalu. Jadi tahun ini perayaan Imlek sudah mulai membaik dan para penjual pun sudah banyak memasok atau membeli langsung barang dari luar negeri seperti dari China," ungkapnya.
Meski permintaan dari masyarakat Tionghoa mulai mengalami peningkatan, namun kalau untuk omset belum mengalami perubahan atau masih cenderung menurun dibandingkan sebelum Covid-19 melanda Indonesia.
"Biasanya sebelum pandemi, omset penjualan bisa mencapai Rp30 juta per hari. Namun, kini hanya sekitar Rp8-10 juta per hari," ungkap Steven.
Hal yang sama pun dikatakan pedagang lain, Arita. Dia menyebutkan, pembeli pernak-pernik Imlek mulai kembali ramai sejak pandemi Covid-19 mulai berkurang dan PPKM pun sudah dihentikan.
"Tahun ini kami menjual berbagai macam hiasan untuk Imlek. Mulai dari angpao, keset kaki, gantungan pohon, dompet uang, stiker untuk buah dan lainnya. Harganya pun berkisar dari Rp10.000 hingga Rp50.000. Tergantung pembeli mencari produk apa," katanya.
Arita menambahkan, untuk omset penjualan pernak-pernik Imlek di tahun belum dapat dipastikan, namun memang belum mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun lalu sebelum pandemi.
"Selain untuk perayaan Imlek, kami juga menjual berbagai barang untuk kebutuhan pernikahan seperti hiasan dinding dan hiasan pohon. Maka itu, biarpun Imlek nanti usai, sejumlah barang bergambar kelinci masih banyak diincar pembeli," tandasnya.
Redaksi
Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi
Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang
Dulu Saksikan dari Tribun, Kini Herna Pardede Kagum pada Transformasi Nova Arianto
Sofyan Tan Ungkap Kunci Jadi Dosen yang Dicintai Mahasiswa, dan Mampu Ciptakan Outcome Nyata di Dunia Digital
XLSMART Catat Pendapatan Rp11,84 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 38 Persen