Kamis, 20 Agustus 2026

Cuaca Ekstrem Tunda Sandar Kapal BBM di Belawan

Siti Amelia - Rabu, 26 November 2025 14:23 WIB
Cuaca Ekstrem Tunda Sandar Kapal BBM di Belawan
dokumentasi PPN
Koordinasi terus dilakukan dengan Kapal BMM yang belum bisa bersandar sejak 23 November lalu di Pelabuhan Belawan.

Kitakini.news - Proses sandar dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di perairan Belawan tertunda sejak 23 November 2025 akibat cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang.

Baca Juga:

Kondisi ini memprioritaskan aspek keselamatan operasional, sehingga kapal yang membawa pasokan Pertalite dan Biosolar belum dapat melakukan bongkar muat meskipun sudah berada di titik siap sandar di Single Point Mooring (SPM) Belawan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan langkah-langkah mitigasi terus dioptimalkan untuk menjaga kelancaran suplai BBM kepada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan alih suplai (RAE) Pertalite dan Biosolar dari Fuel Terminal terdekat seperti IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai.

"Kami telah menyiapkan alih suplai dari Fuel Terminal terdekat serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca ekstrem yang membuat proses sandar belum dapat dilakukan," ujar Fahrougi, Rabu (26/11/2025).

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, sambungnya, Pertamina menerapkan skema prioritas penyaluran. Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan di SPBU yang memasuki kategori stok kritis.

Penyaluran produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex juga dimaksimalkan, sehingga mendukung kebutuhan energi masyarakat selama proses pemulihan suplai.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan aparat terkait untuk memastikan situasi di lapangan tetap kondusif. Jika cuaca memungkinkan dan proses sandar dapat dilakukan hari ini, penyaluran Biosolar diperkirakan kembali normal malam ini. Sementara Pertalite diproyeksikan normal pada 27 November 2025.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan.

"Kami memastikan seluruh langkah percepatan terus dilakukan, dan suplai akan segera kembali normal begitu kondisi cuaca memadai untuk proses sandar," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kendala Jaringan SPBU Picu Antrean BBM di Nias Selatan, Pertamina Siapkan Skema Mitigasi Transaksi

Kendala Jaringan SPBU Picu Antrean BBM di Nias Selatan, Pertamina Siapkan Skema Mitigasi Transaksi

Usut Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Labura, Pertamina Periksa CCTV dan Data Digital SPBU

Usut Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Labura, Pertamina Periksa CCTV dan Data Digital SPBU

Harga Bright Gas Turun di Regional Sumbagut, Ini Rincian Terbarunya!

Harga Bright Gas Turun di Regional Sumbagut, Ini Rincian Terbarunya!

F-PKS Semprot Kinerja APBD Sumut 2025, WTP Bukan Ukuran Keberhasilan Pembangunan

F-PKS Semprot Kinerja APBD Sumut 2025, WTP Bukan Ukuran Keberhasilan Pembangunan

BBM Diduga Diselewengkan, Pertamina Tidak Buat Laporan

BBM Diduga Diselewengkan, Pertamina Tidak Buat Laporan

Pisah Sambut Kapolres Pelabuhan Belawan, Wakil Wali Kota Medan Ajak Kapolres Baru Bersinergi Wujudkan Belawan Yang Indah dan Aman

Pisah Sambut Kapolres Pelabuhan Belawan, Wakil Wali Kota Medan Ajak Kapolres Baru Bersinergi Wujudkan Belawan Yang Indah dan Aman

Komentar
Berita Terbaru