Sidak, Satgas Pangan Polri Pastikan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan Stabil
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kombes Pol Nasrun Pasaribu selaku perwakilan tim Satgas Pangan Polri, didampingi Direktur Reserse Kriminal KhususPolda Sumatera UtaraKombes Pol Rahmat Budi Handoko, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Utara Popy Marulita Hutagalung, serta Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto.
Baca Juga:
Dalam keterangannya kepada awak media, Kombes Pol Nasrun Pasaribu menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas strategis masih relatif stabil dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.
"Untuk minyak goreng masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Daging ayam, daging sapi, dan cabai merah juga masih dalam kondisi normal. Tidak ada kenaikan signifikan yang melebihi ketentuan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, praktik penimbunan, maupun gangguan distribusi bahan pokok yang berpotensi merugikan masyarakat.
Menurutnya, Satgas Pangan Polri secara nasional terus memperkuat pengawasan rantai distribusi pangan, mulai dari produsen, distributor, hingga pasar tradisional. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum meningkatnya konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri.
"Kami memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik yang menyebabkan kelangkaan barang di pasaran," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Utara, Popy Marulita Hutagalung, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.
"Kami dari pemerintah provinsi akan terus menjaga stok untuk kebutuhan masyarakat, termasuk stabilitas harganya. Kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan," jelasnya.
Ia mengakui terdapat sedikit kenaikan pada beberapa komoditas, termasuk beras, namun kondisi tersebut masih terkendali dan tidak mengganggu ketersediaan pasokan di pasar.
"Secara umum memang ada peningkatan harga pada beberapa komoditas, tetapi masih dalam batas yang wajar. Yang terpenting, stok barang mencukupi dan distribusi berjalan lancar," ujarnya.
Terkait komoditas beras, pihak pemerintah daerah memastikan ketersediaan dalam kondisi aman dengan dukungan stok cadangan dari Bulog. Pemantauan distribusi terus dilakukan guna menghindari hambatan pasokan di tingkat pedagang maupun konsumen.
"Stok beras mencukupi dan distribusi terus kami pantau agar tetap lancar," tambah Popy.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto juga menegaskan bahwa Bulog memiliki cadangan pangan pemerintah yang siap disalurkan apabila terjadi peningkatan permintaan atau gejolak harga di pasaran. Langkah stabilisasi melalui operasi pasar maupun penyaluran stok akan dilakukan sesuai kebutuhan.
Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan Bulog diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok serta menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan.
Pengawasan pasar dan distribusi bahan pokok dipastikan akan terus dilakukan hingga mendekati Idul Fitri guna memastikan kondisi harga tetap stabil, pasokan terjaga, dan aktivitas perdagangan berjalan dengan baik.
Datang untuk Rujuk, Perempuan Ditemukan Tewas Dengan Luka Tembak di Perumahan Bumi Asri
Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar di Medan, Terpantau Harga Minyakita Masih Sesuai HET
Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik 12 Excavator Diburu
IPMPK Desak Kejati dan Polda Sumut Usut Dugaan Korupsi di BPBD Padang Lawas
Satgas Pangan Polda Sumut dan Bapanas RI Sidak Pusat Pasar Medan, Stok Beras dan Minyakita Dipastikan Aman