Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar di Medan, Terpantau Harga Minyakita Masih Sesuai HET
Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Reserse Kriminal KhususPolda Sumatera Utaraselaku Kasatgas Pangan, Kombes Pol Rahmat Budi Handoko, melalui Kasubdit I Indag AKBP Budi Prasetyo yang diwakili Kanit 2 AKP Indah Handayani, S.H., M.H., bersama personel Ditreskrimsus lainnya.
Baca Juga:
Sidak ini merupakan tindak lanjut atas pemberitaan terkait dugaan penjualan minyak goreng merekMinyakitayang disebut dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah pasar di Kota Medan.
Dalam kegiatan tersebut, tim Satgas Pangan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah komoditas bahan pokok penting, termasuk minyak goreng Minyakita serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Untuk kegiatan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini di Pasar Sei Sikambing sebagai salah satu pasar tradisional di Kota Medan, memang ada beberapa barang yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan," kata AKP Indah Handayani di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas masih berada dalam batas wajar dan tidak memberikan dampak berarti terhadap daya beli masyarakat.
"Tidak terlalu kelihatan. Artinya kenaikan tersebut tidak berdampak kepada masyarakat, sehingga harga secara umum masih stabil di Pasar Sei Sikambing ini," ujarnya.
Terkait komoditas Minyakita, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga masih dijual sesuai ketentuan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
"Untuk produk Minyakita masih dijual di kisaran harga Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter, sehingga masih sesuai dengan harga eceran tertinggi," jelasnya.
Sementara itu, beras program SPHP juga masih dijual sesuai HET, meskipun terdapat sedikit penyesuaian harga di tingkat pedagang namun tidak signifikan.
Selain memantau harga, tim Satgas Pangan juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Lebaran.
"Untuk stok sampai saat ini masih cukup hingga menjelang Lebaran. Pemantauan ini akan terus kami lakukan karena menjelang Hari Raya Idul Fitri," kata AKP Indah Handayani.
Di tempat terpisah, Kasatgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Sumatera Utara Kombes Pol Rahmat Budi Handoko melalui Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Sumut menjelaskan pihaknya juga melakukan penelusuran terhadap temuan harga Minyakita yang sempat dilaporkan dijual di atas HET pada beberapa pengecer diPasar Petisahdan Pasar Sei Sikambing.
Hasil penelusuran sementara menunjukkan sejumlah pengecer yang menjual Minyakita di atas HET memperoleh pasokan dari pengecer resmi yang terdaftar dalam aplikasiSistem Informasi Minyak Goreng Curah Rakyat. Namun, pedagang yang menjual kembali produk tersebut tidak tercatat sebagai pengecer resmi dalam sistem tersebut.
Selain itu, tim juga menemukan adanya distributor tingkat kedua yang menjual Minyakita kepada pengecer dengan harga yang sudah mendekati HET, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pasar.
"Terhadap distributor tersebut akan dilakukan teguran dan peringatan agar tetap mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan kondisi harga bahan pokok penting di wilayah Sumatera Utara masih relatif stabil dengan ketersediaan stok yang mencukupi menjelang hari besar keagamaan nasional.
Sementara itu, KepalaPerum BulogDivisi Regional Sumatera Utara, Budi, menyampaikan pihaknya telah menyalurkan alokasi Minyakita kepada distributor tingkat pertama (D1) dan distributor tingkat kedua (D2) yang terdaftar dalam sistem SIMIRAH secara merata.
Namun demikian, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, Bulog juga akan menambah suplai Minyakita di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan intervensi pasar.
"Bulog telah mengalokasikan jatah Minyakita ke distributor yang terdaftar di SIMIRAH secara cukup dan merata. Menjelang HBKN, kami juga akan menambah suplai di titik-titik tertentu yang dianggap perlu agar harga tetap terjaga," ujarnya.
Satgas Pangan Polda Sumut menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan distribusi serta harga bahan pokok di pasar tradisional maupun ritel modern guna memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar menjelang Idul Fitri.
Gempur Belanja Online, Pasar Petisah Medan Terapkan Digitalisasi untuk BertahanLawan E-Commerce dan Pungli
Bawaslu Tapsel Gelap Pendidikan Pengawas 2026, Perkuat Demokrasi Partisipatif
Jalan Sunyi Membaca Sikap Aktivis Saat Listrik Padam
OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai: Nasabah Tenang, Dana Dijamin LPS!
Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik 12 Excavator Diburu