OJK Sumatera Utara Dorong Literasi Keuangan Syariah di Madrasah, Pelajar Jadi Agen Perubahan Finansial
Kitakini.news - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara meluncurkan program edukasi keuangan syariah bagi pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Selatan, Kecamatan Sipirok, sebagai bagian dari Kick Off Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAKS) Tahun 2026.
Baca Juga:
Kegiatan ini, yang diselenggarakan di Aula MAN Sipirok pada Selasa lalu, bertujuan menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Dengan partisipasi 150 peserta terdiri dari pelajar dan tenaga pendidik, acara ini bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Reza Leonhard, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Utara, menekankan bahwa inklusi keuangan syariah tidak hanya bergantung pada produk dan layanan, tetapi juga pada pemahaman, kepercayaan, dan kemampuan masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut secara bertanggung jawab.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen dan inklusi 80,51 persen. Namun, di sektor syariah, angka ini masih rendah: literasi 43,42 persen dan inklusi hanya 13,41 persen. "Ini menunjukkan perlunya upaya lebih intensif untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah," kata Reza.
Ibnussalam Harahap, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tapanuli Selatan, menyoroti peran strategis edukasi ini dalam membangun sumber daya manusia. "Keuangan syariah mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, yang selaras dengan pendidikan karakter di madrasah. Ini membantu pelajar mengelola keuangan tanpa riba dan praktik merugikan," ujarnya.
Narasumber dari OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Sumut Syariah membahas pengenalan keuangan syariah, peran lembaga keuangan dalam membangun kepercayaan, serta pentingnya perilaku finansial bijak sejak dini. OJK berharap pelajar tidak hanya paham konsep, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen literasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Program ini akan diperluas ke sekolah lain di Sumatera Utara, mendukung visi generasi muda yang cakap finansial, terlindungi, dan berakhlak sesuai syariah. Dengan fokus pada pelajar madrasah, inisiatif ini diharapkan mampu menjawab tantangan rendahnya inklusi keuangan syariah melalui pendidikan karakter yang holistik.