Rabu, 19 Agustus 2026

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

Siti Amelia - Selasa, 07 April 2026 21:00 WIB
OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan
dokumentasi ojk
Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena,

Kitakini.news - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gandeng regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri jasa keuangan untuk perkuat fungsi Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang berintegrasi dan berkelanjutan. Langkah ini jadi fondasi utama jaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah gejolak global yang kian rumit, seperti ancaman cybersecurity, disrupsi AI, hingga perubahan iklim.

Baca Juga:

Forum strategis Pra-Risk and Governance Summit (RGS) 2026 digelar OJK di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Bertema "Rajut Silaturahmi dalam Mendorong Penerapan Fungsi GRC yang Berintegritas dan Berkelanjutan di Sektor Jasa Keuangan", acara ini hadirkan narasumber kunci seperti Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi Muslim. Diskusi dimoderatori Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs, dan Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk Fransiska Oei, serta diikuti pimpinan asosiasi GRC.

Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, buka suara dalam sambutannya. "Forum ini bukan sekadar diskusi, tapi ajang eratkan kolaborasi OJK, asosiasi, dan stakeholder untuk penguatan GRC menuju RGS 2026 pada 14 Juli 2026," tegasnya.

Sophia ingatkan, sektor jasa keuangan bakal hadapi risiko besar ke depan. Mengutip The Institute of Internal Auditors (IIA), ancaman utama meliputi cybersecurity, disrupsi digital via AI, ketahanan bisnis, SDM, perubahan iklim, dan regulasi baru. "Ketidakpastian tinggi ini buat GRC krusial untuk pastikan kepatuhan, tata kelola kuat, dan industri tangguh," tambahnya.

Sesi panel bahas tema "Transparansi Beneficial Ownership (BO/UBO) dan Implikasinya bagi Penguatan GRC di Sektor Jasa Keuangan". Topik panas termasuk perkembangan kebijakan BO/UBO, pemanfaatan data untuk pengawasan berbasis risiko, serta peran intelijen keuangan dalam transparansi dan kolaborasi lintas pihak.

Forum juga siapkan Road to RGS 2026, seperti program Spark Class untuk asosiasi, pengakuan Continuing Professional Education (CPE), booth exhibisi, serta konten edukasi via podcast.

OJK harap forum ini bangun ekosistem GRC solid, dorong praktik tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang efektif serta transparan. Khususnya, tingkatkan pemahaman soal pelaporan BO/UBO di Indonesia untuk kuatkan transparansi dan mitigasi risiko di sektor keuangan.

Dengan kolaborasi ini, OJK siap hadapi era baru tantangan finansial. Pantau terus perkembangan GRC OJK dan RGS 2026 untuk insight lebih dalam soal stabilitas keuangan nasional!

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru