Sabtu, 03 Oktober 2026

OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Mudahkan Peternak Sapi Perah Jatim Akses Pembiayaan

Siti Amelia - Jumat, 12 Juni 2026 08:00 WIB
OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Mudahkan Peternak Sapi Perah Jatim Akses Pembiayaan
dokumentasi OJK
Peluncuran program yang berlokasi di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026)

Kitakini.news - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) resmi meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) serta program akses keuangan inklusif di Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan akses pembiayaan formal bagi para peternak sapi perah rakyat yang selama ini kerap menghadapi kendala administratif.

Baca Juga:

Peluncuran program yang berlokasi di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026) tersebut merupakan bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT. Program kolaboratif ini melibatkan ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, dalam keterangannya menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan nyata di lapangan. Selama ini, peternak sapi perah sering kesulitan mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan formal akibat asimetri informasi.

"Kami mendapatkan laporan para peternak yang kerap menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat asimetri informasi berupa keterbatasan data yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang simpang siur, dan kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasi dengan baik," kata Adi Budiarso dalam sambutannya di Malang.

Melalui sistem ERP ini, data produksi, keuangan, dan operasional koperasi peternakan dapat didokumentasikan secara sistematis dan real-time. Data yang akurat tersebut kemudian diintegrasikan dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Skema ini diharapkan mampu membangun profil kredit peternak secara objektif agar dapat menjembatani mereka dengan ekosistem jasa keuangan formal.

Pentingnya Transformasi Digital dan Kesejahteraan Peternak

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menekankan bahwa digitalisasi memegang peranan krusial dalam memperkuat ketahanan usaha masyarakat. Menurutnya, kemitraan multipihak ini membuktikan bagaimana inovasi dan kebijakan publik dapat berjalan beriringan demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta menciptakan peluang kerja yang lebih baik.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, menyatakan dukungannya terhadap penguatan pelaku usaha lokal. Ketersediaan akses terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang memadai diyakini akan meningkatkan kapasitas investasi dan produktivitas para peternak di daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan bahwa sektor sapi perah memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menggerakkan roda ekonomi perdesaan.

"Penguatan sektor sapi perah bukan hanya tentang meningkatkan produksi susu, tetapi juga tentang meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat koperasi, dan membangun ekonomi pedesaan yang lebih tangguh," ujar Adhy.

Pada tahap awal, sistem ERP yang terintegrasi dengan Pemeringkat Kredit Alternatif ini telah diimplementasikan di tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur. Ketiganya adalah KAN Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis, yang secara keseluruhan menaungi lebih dari 10.000 anggota koperasi.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Malang H. Sanusi, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Leontinus Alpha Edison, serta para kepala kantor regional OJK di Jawa Timur.

Sebagai langkah keberlanjutan, OJK juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan. Keberhasilan program digitalisasi di tiga koperasi Jawa Timur ini ditargetkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai sektor usaha dan wilayah lain di Indonesia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
3.540 Warga Sarirejo Terima Bantuan 30 Kg Beras, Penyaluran Rampung Lima Hari

3.540 Warga Sarirejo Terima Bantuan 30 Kg Beras, Penyaluran Rampung Lima Hari

NPL UMKM dan BPR di Sumut Melonjak di Tengah Pertumbuhan Sektor Keuangan

NPL UMKM dan BPR di Sumut Melonjak di Tengah Pertumbuhan Sektor Keuangan

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Perkuat Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Perkuat Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Perkuat Kepercayaan dan Kenyamanan, Asuransi Astra dan OJK Bahas Pelindungan Konsumen

Perkuat Kepercayaan dan Kenyamanan, Asuransi Astra dan OJK Bahas Pelindungan Konsumen

OJK: Industri Perbankan Tetap Optimis di Triwulan III-2026 Meski Ketidakpastian Global Meningkat

OJK: Industri Perbankan Tetap Optimis di Triwulan III-2026 Meski Ketidakpastian Global Meningkat

OJK Catat Pembiayaan Perbankan Tumbuh 13,58 Persen per Juli 2026, Kredit Investasi Jadi Pendorong Utama

OJK Catat Pembiayaan Perbankan Tumbuh 13,58 Persen per Juli 2026, Kredit Investasi Jadi Pendorong Utama

Komentar
Berita Terbaru