Trafik Data Indosat Sumatra Utara Tumbuh 36,3% di Semester I 2026, Terapkan Strategi Berbasis AI
Kitakininews.co.id - PT Indosat Tbk (IDX: ISAT) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang solid pada semester pertama (H1) tahun 2026. Di tingkat regional, Indosat Region North Sumatra membukukan lonjakan trafik data sebesar 36,3% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah Sumatra pada paruh pertama tahun ini.
Baca Juga:
Peningkatan trafik data di Sumatra Utara didorong oleh melonjaknya adopsi layanan digital masyarakat serta kebutuhan konektivitas berkecepatan tinggi. Untuk menopang lonjakan tersebut, Indosat memperkuat infrastruktur dengan mengoperasikan lebih dari 15.000 BTS 4G serta memperluas jangkuan melalui lebih dari 360 BTS 5G hingga akhir kuartal II 2026.
Melalui kampanye #LebihBaikIndosat, Perseroan menghadirkan program-program inklusi digital regional. Di Medan, Indosat menggelar program SheHacks 2026 yang membekali pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan dengan integrasi Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan bisnis.
Selain itu, Indosat memperluas titik layanan fisik melalui Gerai IM3 dan 3Store berkonsep terpadu di Aceh Singkil, Lubuk Pakam, dan Padang Sidempuan, serta berpartisipasi dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 untuk mengenalkan pengalaman jaringan 5G kepada masyarakat luas.
Kinerja Keuangan Konsolidasi Nasional Memperkuat Transformasi AI
Secara nasional, Indosat membukukan total pendapatan sebesar Rp30,7 triliun pada periode yang berakhir 30 Juni 2026, meningkat 13,1% YoY. EBITDA tercatat naik 14,0% YoY menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA sebesar 47,6%. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi tumbuh 49,2% YoY menjadi Rp3,2 triliun.
Pertumbuhan kinerja keuangan didukung oleh efisiensi operasional dan optimalisasi teknologi AI seperti fitur Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, dan Adobe Express. Saat ini, Indosat memiliki 93,4 juta pelanggan seluler dengan Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3% YoY menjadi Rp46 ribu, serta trafik data nasional tumbuh 19,9% YoY.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan "AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double-digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami. Pencapaian ini memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya dan berkontribusi membangun ekosistem AI di Indonesia."
Perseroan juga mencatatkan lonjakan signifikan pada portofolio bisnis AI Cloud yang meraih pendapatan sebesar USD33 juta dalam enam bulan pertama 2026. Melampaui pencapaian sepanjang tahun 2025 sebesar USD28 juta.
Muhammad Buldansyah (Danny Buldansyah), Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan peningkatan trafik data regional dan adopsi AI Cloud membuktikan bahwa solusi digital Indosat makin relevan bagi segmen ritel maupun korporasi.
"Kami terus memperluas jaringan 5G, Fixed Wireless Access (FWA), serta pemanfaatan alokasi spektrum baru 80 MHz di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk menghadirkan pengalaman digital yang cerdas dan andal bagi seluruh pelanggan," tuturnya.
Di sisi korporasi, Indosat mendirikan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 km serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun seraya mengadopsi model bisnis asset-light untuk fleksibilitas permodalan.
Dalam hal keberlanjutan, optimalisasi jaringan berbasis AI dan efisiensi energi berhasil menurunkan intensitas emisi karbon Perseroan sebesar 50,89%. Atas kinerja ini, Indosat masuk dalam tiga Indeks ESG KEHATI (SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45) periode Juni–November 2026. Indosat juga berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Wadhwani Foundation untuk melatih 1 juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.
Reski Damayanti, Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan penerapan model bisnis asset-light dan integrasi prinsip ESG memastikan bahwa ekspansi bisnis Indosat dilaksanakan dengan tata kelola hukum yang kuat, efisiensi modal yang optimal, serta memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif secara berkelanjutan.
Jaga Iklim Bisnis Sehat, KPPU dan KADIN Perkuat Dialog Terkait Aksi Korporasi
Warga Antusias Ikuti Pawai Hasil Pertanian Masyarakat Humbang Hasundutan
Ketua Bid Pemuda dan Olahraga DPP Golkar Said Aldi Al Idrus Usulkan Munas AMPI Segera Dilaksanakan
Dugaan Korupsi Jembatan Air Hitam Rp31,6 M, Polda Riau Geledah Dinas PUPR Rokan Hilir
5 Kg Ganja Gagal Edar di Tapsel, Polisi Amankan Dua Pelaku