Kamis, 15 Oktober 2026

Diduga Tersengat Listrik Mesin Pompa Air, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Meninggal Dunia

Efendi Jambak - Kamis, 15 Oktober 2026 17:36 WIB
Diduga Tersengat Listrik Mesin Pompa Air, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Meninggal Dunia
Teks foto : Pihak kepolisian saat melakukan pengecekan lokasi kejadian. (Efendi Jambak)

Kitakininews.co.id - Seorang siswa kelas V SD di Kota Padangsidimpuan berinisial RZW (12) meninggal dunia setelah ditemukan tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolah, Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:

Dugaan sengatan listrik dari mesin pompa air menjadi salah satu kemungkinan yang tengah menjadi perhatian. Namun, penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan medis serta pendalaman lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kegiatan olahraga berlangsung di lingkungan sekolah. Korban diduga berada di sekitar mesin pompa air yang terletak di dekat rumah penjaga sekolah.

Seorang guru bernama Fitri Hayati (46) menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah kejadian itu diketahui, korban segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke puskesmas untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Meta Medika. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Polisi Lakukan Pemeriksaan Awal

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima jajaran kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB melalui Bhabinkamtibmas Aipda Reki Susanto, setelah mendapat laporan dari Kepala Desa Purwodadi.

Sekitar pukul 12.40 WIB, Pamapta, Padal Ipda DL. Simanjuntak, Tim Identifikasi Polres Padangsidimpuan, dan personel piket fungsi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal serta mengumpulkan informasi.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky melalui Kapolsek Padangsidimpuan Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti, S.H., menangani informasi awal peristiwa tersebut bersama personel terkait.

Sejumlah saksi telah terdata untuk dimintai keterangan, di antaranya Fitri Hayati yang pertama kali menemukan korban, Dody Hasym (33), dan Mhd. Arifin Nasution (31).

Keterangan para saksi diperlukan untuk menyusun kronologi kejadian, termasuk aktivitas korban sebelum ditemukan, kondisi lingkungan sekolah, serta upaya pertolongan yang diberikan.

Pihak keluarga meminta pemeriksaan visum untuk memperoleh kejelasan mengenai penyebab meninggalnya korban.

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan sesuai permintaan keluarga.

Dalam informasi pemeriksaan awal yang diterima, terdapat sejumlah luka dan memar pada beberapa bagian tubuh korban, antara lain di tangan, punggung, pipi, dan bahu. Temuan tersebut memerlukan penilaian medis untuk mengetahui karakteristik luka dan kemungkinan kaitannya dengan peristiwa yang dialami korban.

Adanya luka atau memar tidak serta-merta membuktikan penyebab kematian maupun memastikan bagaimana luka tersebut terjadi. Karena itu, hasil pemeriksaan medis perlu dikaitkan dengan keterangan saksi dan temuan di lokasi kejadian.

Selain dugaan sengatan listrik, informasi awal mengenai kondisi korban sebelum ditemukan juga masih perlu diklarifikasi. Pemeriksaan terhadap mesin pompa air, kabel, sumber listrik, dan instalasi di sekitarnya dapat membantu memastikan apakah terdapat potensi bahaya yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada kepastian mengenai penyebab kematian korban berdasarkan informasi yang tersedia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Seorang Pekerja Bangunan di Binjai Tewas Tersengat Listrik

Seorang Pekerja Bangunan di Binjai Tewas Tersengat Listrik

Hendak ke Warkop, Pensiunan ASN Tewas Tersengat Listrik di Muaratais Tapsel

Hendak ke Warkop, Pensiunan ASN Tewas Tersengat Listrik di Muaratais Tapsel

Komentar
Berita Terbaru