PT Almira Tidak Menjawab soal Dugaan Gratifikasi ke AKBP Achiruddin
Kitakini.news - Direktur Utama PT Almira Nusa Raya, Edi membantah
tudingan bahwa ia sempat kabur saat dipanggil untuk diperiksa oleh Polda Sumut,
terkait temuan gudang solar ilegal yang diduga adanya kerjasama dengan AKBP
Achiruddin Hasibuan. Dirinya mengakui tetap kooperatif.
Baca Juga:
Hal itu dikatakannya saat memenuhi panggilan penyidik
Ditreskrimsus Polda Sumut, pada Kamis (4/5/2023) sore, untuk diperiksa atas
dugaan pemberian gratifikasi kepada AKBP Achiruddin Hasibuan dan keterkaitan
dugaan status gudang BBM solar diduga illegal.
Bersama kuasa hukumnya Fendi, mengatakan PT Almira itu
perusahaan memiliki izin. Dirinya menegaskan kliennya tidak pernah lari dan
protes atas pemberitaan bahwa Dirut PT Almira kabur.
Namun, saat ditanya soal terkait gudang BBM solar dan
gratifikasi, Fendi pun tidak menjawabnya dan malah melemparkan ke penyidik
krimsus Polda Sumut.
Sementara itu menurut Edi, dirinya selalu koperatif dan
tidak pernah melarikan diri saat pemanggilan dalam pemeriksaan buntut dari
kasus AKBP Achiruddin Hasibuan.
Sebelumnya, Tim Gabungan Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda
Sumut menggeledah kantor PT Almira (ANR) di Jalan Mustang Villa Polonia Indah,
sebagai pemilik gudang solar ilegal yang bekerjasama dengan Achiruddin
Hasibuan.
Penggeledahan yang dilakukan untuk mendalami gratifikasi
yang dilakukan AKBP Achiruddin karena menerima imbalan sebagai pengawas gudang
solar ilegal.
Hasil penggeledahan di kantor PT Almira (ANR) turut disita
sejumlah dokumen terkait perizinan dan dokumen pembelian BBM.
Kontributor: Azzareen
Aksi Polisi Ungkap Modus Selundup 25 Kg Sabu dalam Speaker Mobil di Perbatasan Riau Sumut
JPU Nilai Eksepsi Terdakwa Korupsi Waterfront City Samosir Masuk Materi Pokok Perkara
Saksi Ungkap Dugaan Aliran Rp600 Juta ke Moettaqin Hasrimi di Sidang Korupsi Smartboard Tebingtinggi
Kasus Smartboard, Majelis Hakim Diminta Cermati Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bambang Ghiri
Polisi Gerebek Hotel di Medan, Ratusan Pod Vape Berisi Narkotika Asal Malaysia Disembunyikan di Dalam Banta