Pemprov Sumut Koordinasi ke PT Pupuk Indonesia, Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Distribusi untuk Petani
Kitakininews.co.id -PT Pupuk Indonesia melaksanakan monitoring serta Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Gudang Lini II BGR Payapasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, pada Rabu (8/7/2026). Langkah ini guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi bagi petani di provinsi ini, dimana sebelumnya beredar isu keterbatasan stok di tingkat penerima pada titik serah (PPTS).
Baca Juga:
Dalam pertemuan tersebut, hadir jajaran manajemen PT Pupuk Indonesia diantaranya Senior Manager Regional 1A Ikdul Jumai, Senior Manager Pergudangan Andy Putra Utama, Manager Sumut 1 Rizki Putra Phonna, Manager Sumut 2 Danny Utama Putra Tambunan, AVP Operasional Distribusi Aceh & Sumut Setiawan Suryo, serta jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut.
Monitoring yang dilanjutkan dengan diskudi dalam rangka koordinasi itu, membahas strategi pemenuhan kebutuhan pupuk bersusidi. Mulai dari pengelolaan stok hingga percepatan distribusi ke seluruh daerah pertanian di Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil kordinasi tersebut, PT Pupuk Indonesia menegaskan ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumatera Utara dalam kondisi aman. Termasuk pemantauan stok secara bertahap hingga ke tingkat pengecer/PPTS, hingga memastikan kebutuhan petani itu terpenuhi.
Adapun langkah mempercepat penyaluran pupuk subdisi, PT Pupuk Indonesia telah menerapkan pola distribusi lansung dari pabrik menuju Gudang Lini III. Sehingga proses pengiriman ke wilayah dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Selama periode Smester I/2026, penyaluran pupuk bersubsidi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekitar 62% petani telah melakukan penebusan pupuk bersubsidi, dan 38 % petani terdaftar masih belum menebus barang kebutuhan penting pertanian itu.
Selain itu dalam rangka meningkatkan kemudahan penebusan pupuk bersubsidi bagi petani, PT Pupuk Indonesia juga menyatakan kesiapannya guna menambah jumlah pengecer/PPTS di kawasan yang memiliki jarak cukup jauh dari lokasi petani. Dimana saat ini ada sekitar 2.200 PPTS di Sumut dengan ketersediaan stok rata-rata sekitar 10 ton per PPTS.
"Selain itu, evaluasi ketersediaan pupuk hingga tingkat pengecer/PPTS yang dilakukan secara rutin melalui rapat koordinasi mingguan. Adapun data hari ini, stok yang tersedian di gudang PT Pupuk Indonesia tercatat sebanyak 21.572 ton pupuk Urea dan 2.814 ton pupuk NPK," ujar Senior Manager Regional 1A Ikdul Jumai, Rabu (8/7/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara melalui Sekretaris Dinas, Yusfahri Perangin-angin menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari langkah pemerintah provinsi (Pemprov) memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani tetap terpenuhi. Muaranya adalah dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Sumut.
"Melalui sinergi antara PT Pupuk Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, diharapkan distribusi pupuk bersubsidi semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan petani di seluruh wilayah Sumatera Utara selama Tahun 2026," pungkasnya.
Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang
Kunjungi Gudang BULOG Medan, Menko Polkam Tegaskan Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional
SPPG Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya Dorong Dukungan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis
Polda Riau dan Kelompok Tani Panen Jagung di Pekanbaru
Rudi Alfahri Dorong Dinas Ketapang Buka Data Kebutuhan Jagung di Sumut