Jumat, 28 Agustus 2026

Hakim PN Medan Eti Astuti Larang Wartawan Saat Meliput Sidang Boasa Simanjuntak

Abimanyu - Rabu, 20 Desember 2023 15:47 WIB
Hakim PN Medan Eti Astuti Larang Wartawan Saat Meliput Sidang Boasa Simanjuntak
Kitakini.news/Abimanyu
Suasana sidang perkara ITE di Pengadilan Negeri Medan.

Kitakini.news - Hakim Pengadilan Negeri Medan Eti Astuti melarang wartawan saat sedang meliput sidang dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Boasa Simanjuntak yang digelar di Ruang Cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (19/12/2023).

Baca Juga:

Larangan tersebut terjadi saat seorang wartawan sedang merekam lajunya persidangan, tiba-tiba Hakim Eti Astuti melarang wartawan tersebut. Padahal wartawan itu sudah menggunakan tanda pengenal yang diberikan pihak Pengadilan Negeri Medan sendiri sebagai tanda wartawan.

"Itu apa? Jangan foto-foto, gak boleh, gak boleh foto-foto," ketus Hakim Eti seraya menunjuk wartawan tersebut.

Mirisnya lagi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frianto juga ikut menyambung perkataan hakim dan juga menyuruh agar wartawan tersebut meminta izin dulu kepada hakim sebelum mendokumentasikan persidangan. "Minta izin boleh, minta izin. Ya, Pers pun harus izin," ujar Frianto.

Sementara Ketua PN Medan Victor Togi Rumahorbo saat dikonfirmasi terkait dugaan larang tersebut, enggan berkomentar dan menyuruh untuk menghubungi humas. "Tanya humas ya," ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (20/12/2023).

Sedangkan Humas PN Medan belum menjawab konfirmasi hingga berita ini diterbitkan. Di hari yang sama, Jaksa Penuntut Umum AP Frianto Naibaho berkilah bawah dia tidak melarang wartawan tersebut. Namun, hanya menyambungkan perkataan hakim.

"Gak ada kepentingan saya melarang, silahkan mengikuti. Saya hanya menyambung perkataan hakim," ucapnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Korupsi MFF Rp1 Miliar, Mantan Kadiskop UKM Perindag Medan Divonis 4 Tahun

Korupsi MFF Rp1 Miliar, Mantan Kadiskop UKM Perindag Medan Divonis 4 Tahun

Penggelapan Rp6,3 Miliar, Terdakwa Gunakan Invoice Palsu Meraup Uang Korban

Penggelapan Rp6,3 Miliar, Terdakwa Gunakan Invoice Palsu Meraup Uang Korban

Kejari Nias Selatan dan Forwakum Kepulauan Nias Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kejari Nias Selatan dan Forwakum Kepulauan Nias Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Budi Pranoto Divonis 7,5 Tahun, Kasus Smartboard Langkat Menanti

Budi Pranoto Divonis 7,5 Tahun, Kasus Smartboard Langkat Menanti

Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan, Deddy Irawan Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Medan

Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan, Deddy Irawan Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Medan

Semarak HUT RI dan MA, PN Medan Sosialisasikan Penerapan SMAP

Semarak HUT RI dan MA, PN Medan Sosialisasikan Penerapan SMAP

Komentar
Berita Terbaru