Infeksi RSV Incar Lansia di Pengungsian Bencana
Melansir berbagai sumber, Kamis (4/12/2025), setidaknya hal ini diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam uang berpraktik di RS Pelni, Robert Sinto.
Baca Juga:
"Lansia sehat sekalipun, kalau terkena RSV, terlepas dari dia punya komorbid atau tidak, itu sudah membuat risiko bisa menjadi lebih tinggi untuk masuk ke infeksi berat," katanya.
Robert mengemukakan bahwa pemerintah dapat memperbaiki sistem pendataan untuk mendeteksi dini penularan RSV di daerah bencana.
Menurut dia, dokter atau tim medis dapat didatangkan ke lokasi bencana untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kalau ada lansia yang sakit dan kondisinya tidak membaik setelah tiga hari.
Karena gejala infeksi RSV agak mirip dengan gejala flu biasa, ia mengatakan, dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan jenis virus yang menyebabkan lansia sakit.
Dia pun menekankan pentingnya menjalankan langkah-langkah untuk mencegah penularan RSV pada lansia, termasuk lansia terdampak bencana yang harus tinggal di pengungsian.
Dalam hal ini, lansia sebaiknya dianjurkan untuk menjaga jarak dengan orang yang mengalami gejala infeksi RSV seperti hidung berair, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, dan demam.
Pun, orang-orang yang merasa daya tahan tubuhnya melemah sebaiknya disarankan agar tidak mendekati lansia.
"Jaga jarak. Dalam keadaan skala pengungsian, semuanya berkumpul begitu kan, itu peran baru dari pemerintah untuk membantu supaya PHBS itu bisa dikerjakan di tingkat individu," pungkas dokter Robert.
Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang
GMP Sumut Desak KPK Usut Dugaan Pengaturan Proyek BMBK Cipta Karya Sumut
Ratusan Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas dari TNI
Hakim Dalami Dugaan Keterlibatan Pimpinan Bank Mandiri di Korupsi PMD Samosir, JPU Upayakan Hadirkan Tersangka
Satgas PRR Bangun Kawasan Huntap untuk 1.133 Penyintas Bencana di Padangsidimpuan