Jangan Sepele dengan Ikan Gabus, Banyak Manfaatnya bagi Kesehatan
Nyatanya, ikan gabus adalah sesuatu yang istimewa. Dia sangat berkhasiat bagi kesehatan.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Selasa (14/4/2026), ikan gabus alias Channa striata mengandung nutrisi beragam.
Nah, berkat kandungan nutrisinya yang kaya, ikan gabus menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Berikut di antaranya:
1. Mempercepat penyembuhan luka
Manfaat ini diperoleh dari kandungan asam amino khususnya glycine yang tinggi.
Asam amino berperan dalam pembentukan jaringan kulit yang lebih cepat dan meningkatkan fungsi kolagen.
2. Mendukung pertumbuhan dan pembentukan jaringan otot
Ikan gabus memiliki kandungan protein tinggi sehingga mampu mendukung pertumbuhan dan pembentukan jaringan otot.
3. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Ikan gabus mengandung albumin atau protein dalam plasma darah yang menjaga cairan dalam darah agar tidak bocor ke jaringan lain.
Albumin juga berperan dalam distribusi hormon, vitamin, dan enzim ke seluruh tubuh.
4. Membantu memperbaiki gangguan gizi buruk
Gangguan gizi buruk bisa disebabkan kekurangan albumin dalam tubuh (hipoalbuminemia) sehingga nutrisi sulit diedarkan dengan optimal ke seluruh tubuh.
Oleh karenanya, konsumsi ikan gabus dengan kandungan albumin bisa membantu mengatasi masalah ini.
5. Mengontrol gula darah
Menurut studi yang diterbitkan di Ethiopian Journal of Health Science, ekstrak protein hidrolisat dari ikan gabus membantu menurunkan kadar gula darah pada tikus dengan diabetes.
6. Menjaga kesehatan mata
Ikan gabus termasuk ikan yang tinggi kandungan vitamin A. Tak heran ikan ini direkomendasikan untuk menjaga kesehatan mata.
Vitamin A berperan mengubah cahaya yang ditangkap mata jadi sinyal yang dikirimkan ke otak.
Probis-UHC, Warga Cukup Tunjukkan KTP untuk Berobat
Rico Waas Dorong Sinergi Pemko dan DPRD Medan Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Sofyan Tan dan Bocah Ginting, Momen Hangat di Tengah Serap Aspirasi STM Hilir
Gubsu Wujudkan Impian SMPN 4 Sitolu Ori Miliki Gedung Permanen
Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar