Ini Tiga Makanan Sehat yang Berpotensi Jadi Tren 2026
Melansir berbagai sumber, Sabtu (27/12/2025), memasuki 2026, sejumlah tema lama memang masih bertahan, seperti produk tinggi protein dan makanan ramah pengguna GLP-1, namun fokusnya mulai bergeser.
Baca Juga:
Perubshan terletak pada perhatian yang kini tertuju pada kesehatan usus, fungsi otak, hingga upaya merawat tubuh dari dalam.
Dn Real Simple, media Amerika Serikat, merilis beberapa makanansehat yang berpotensi mrlnjadi tren pada 2026.
Nah, berikut tiga contoh makanansehat yang dimaksud:
1. Fiber maxxing
Pada 2026 diprediksi menjadi tahunnya serat. Kesadaran akan kesehatan usus dan metabolisme mendorong lahirnya produk-produk tinggi serat.
Serat membantu pencernaan, menjaga kadar gula darah, dan memberi rasa kenyang alami. Target asupan harian pun kembali disuarakan, yakni sekitar 25-35 gram per hari.
Mungkin tahun depan sudah saatnya perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, dan kacang, bukan sekadar mengandalkan bubuk atau bar instan.
2. Beauty foods
Konsep beauty from within kian menguat. Makanan seperti alpukat, salmon, beri, telur, dan ubi jalar sejak lama dikenal baik untuk kulit.
Pada 2026, klaim manfaat kecantikan ini diprediksi akan tampil lebih berani di label produk kemasan.
Kolagen tetap menjadi bintang, terutama karena perannya dalam menjaga struktur kulit, rambut, dan tulang.
Bedanya, kini kolagen hadir dalam produk siap konsumsi, seperti minuman susu fermentasi yang juga mendukung kesehatan usus dan tulang.
Bahkan antioksidan seperti resveratrol mulai dikemas ulang tanpa efek alkohol. Bagi yang tertarik ikut tren ini, mungkin bisa mencobanya dengan menambahkan kefir berkolagen dan anggur segar ke semangkuk sereal gandum utuh.
3. Beef tallow
Setelah era plant-based, tren justru berbelok ke arah sebaliknya.
Beef tallow, lemak sapi yang dimurnikan, kembali dilirik sebagai bahan memasak suhu tinggi. Daya simpannya panjang dan rasanya kaya, membuatnya menarik bagi penggemar makanan 'leluhur'.
Meski tinggi lemak jenuh, beef tallow diposisikan sebagai alternatif alami tanpa pengawet, terutama bagi mereka yang ingin menghindari minyak biji-bijian tertentu.
Namun para ahli tetap menekankan, lemak ini bukan pengganti minyak zaitun ekstra virgin dalam pola makan sehari-hari.
APBD Perubahan 2026 Tembus Rp7,7 Triliun, Wali Kota Medan Fokuskan Anggaran pada 6 Prioritas Pembangunan
Derbi Sumatra Buka Jadwal PSMS Medan di Championship 2026/2027
Tak Mau Kalah dengan Gen Z, Chika Jessica Tampil Colorful Seluruh Badan
Probis-UHC, Warga Cukup Tunjukkan KTP untuk Berobat
SNLIK 2026: Inklusi Keuangan Capai 93,61%, Kelompok Muda dan Perkotaan Paling Melek Finansial