Jangan Asal Simpan Daging Kurban, Bisa Mubazir, Ini Cara yang Benar
Maksudnya, dagingkurban itu bisa saja jadi mubazir karena teknik penyimpanan yang salah. Dia akan cepat rusak, berbau, atau mengalami penurunan kualitas.
Baca Juga:
Melansir Baznas, Kamis (28/5/2026), memahami cara menyimpandagingkurban bukan hanya soal menjaga makanan tetap awet, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam mengelola rezeki.
Artinya,, menyimpandagingkurban dengan benar penting dilakukan agar kualitas, rasa, hingga kandungan gizinya tetap terjaga.
Berikut beberapa cara menyimpandagingkurban agar tetap segar dan tahan lama:
1. Bersihkan dan pisahkan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan daging dari sisa darah dan kotoran.
Gunakan air bersih mengalir secukupnya, lalu tiriskan hingga benar-benar kering sebelum disimpan.
Saat memotong daging, gunakan pisau tajam agar serat daging tidak rusak.
Setelah itu, pisahkan daging berdasarkan jenis atau kebutuhan masak, misalnya untuk sup, sate, atau rendang.
Cara ini akan mempermudah saat ingin mengolahnya kembali tanpa harus membuka seluruh stok.
Selain itu, hindari menyimpandaging dalam jumlah besar dalam satu wadah. Sebaiknya bagi ke dalam beberapa porsi kecil agar proses pembekuan lebih cepat dan praktis saat akan dimasak.
Gunakan wadah tertutup rapat atau plastik food grade agar daging tetap higienis dan tidak terkontaminasi bahan makanan lain.
2. Simpan di kulkas
Jika daging akan dikonsumsi dalam waktu dekat, simpan di bagian chiller atau lemari pendingin dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius. Dalam kondisi ini, daging umumnya dapat bertahan sekitar 1-2 hari.
Sementara untuk penyimpanan jangka panjang, simpan di freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius.
Dalam suhu tersebut, daging dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.
Pastikan daging tidak terlalu sering keluar-masuk freezer karena perubahan suhu dapat mempercepat kerusakan.
Agar lebih rapi, beri label tanggal penyimpanan pada setiap kemasan sehingga lebih mudah memantau masa simpannya.
3. Pahami freezer
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah langsung memasukkan daging segar ke freezer sesaat setelah pemotongan.
Padahal, daging yang baru dipotong masih mengalami proses rigor mortis atau fase kekakuan otot. Jika langsung dibekukan, tekstur daging bisa menjadi lebih keras saat diolah.
Sebaiknya, diamkan daging terlebih dahulu selama beberapa jam di tempat bersih dan sejuk agar suhu alaminya menurun.
Hindari juga menyimpandaging yang masih panas ke dalam kulkas karena dapat memengaruhi suhu di dalam lemari pendingin dan berisiko merusak makanan lain.
Setelah suhu daging lebih stabil, proses penyimpanan akan menjadi lebih optimal dan kualitas daging lebih terjaga.
4. Pakai kemasan vakum
Metode vacuum sealing atau kemasan vakum kini semakin populer untuk menyimpan bahan makanan, termasuk daging kurban.
Teknik ini bekerja dengan mengeluarkan udara dari dalam kemasan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan memperlambat proses pembusukan.
Dengan kemasan vakum, daging juga lebih terlindungi dari freezer burn atau kondisi ketika permukaan daging mengering akibat pembekuan terlalu lama.
Jika tidak memiliki alat vakum khusus, Anda tetap bisa menggunakan plastik zipper food grade dan mengeluarkan udara secara manual sebelum ditutup rapat.
Jangan Salah Pilih, Ini Bagian Tubuh Sapi yang Pas Jadi Daging Rendang
MUI Pematangsiantar Terima Bantuan Hewan Kurban dari Wali Kota
Potong Dua Ekor Lembu, Relawan BBN Indonesia Berbagi Daging Kurban ke Masyarakat
Harga Cabai Merah Turun Drastis, Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil Pasca Idul Adha di Medan
Polres Simalungun Sembelih 25 Hewan Kurban, Salurkan 1.200 Paket Daging