Senin, 05 Oktober 2026

Ziera Dukung Sikap Zulkifli Hasan Copot Pimpinan Bulog Bila Tak Beli Gabah Dari Petani

Heru - Kamis, 06 Februari 2025 23:15 WIB
Ziera Dukung Sikap Zulkifli Hasan Copot Pimpinan Bulog Bila Tak Beli Gabah Dari Petani
(Istimewa)
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga

Kitakini.news -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut), Zeira Salim Ritonga mendukung langkah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang akanmencopot pimpinan Bulog, bila tidak membeli gabah petani sebesar Rp6.500 per Kilogram.

Baca Juga:

Menurut Zeira, pembelian gabah berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500dapat mendongkrak kesejahteraan petani."Kita sepakat dan mendukung pembelian sesuai HPP sebesar Rp 6.500 per Kg, guna menaikkan harga ditingkat produsen dan mensejahterakan petani," ujar Zeira kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler dari Medan, Kamis (6/2/2025).

Hal ini disampaikan Zieran Salim menanggapi penegasan Zulhas yang prihatin terus rendahnya harga gabah di bawah HPP, di tengah lemahnya produksi padi dan harga di tingkat produsen.

Padahal pada Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per Kilogram. Penetapan ini dilakukan untuk melindungi petani dan mendorong swasembada pangan.

"Saat ini, biaya produksi petani padi sawah untuk menghasilkan 1 Kilogram Gabah sudah mengalami kenaikan, sehingga harus diimbangi dengan nilai jual Gabah yang tinggi," imbunnya.

Zeira mengherankan kebijakan Bulog yang cenderung tidak mendukung program pemerintah yang ingin mewujudkan negara ini tidak lagi melakukan impor beras.

"Harusnya Bulog wajib mematuhi HPP yang tidak bisa ditawar lagi untuk memastikanhasil panen petani di Tanah Air terserap secara optimal," tukas Politisi Partai Kebangkitan Bagsa (PKB) ini.

Menurut Zeira, sulit bagi petani untuk bertahan apalagi proyeksi kenaikan produksi beras oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terus mengalami kenaikan."Dengan penyerapan gabah secara maksimal, giarah petani untuk memacu produksi beras akan meningkat," tuturya.

Terlebih, lanjut Zeira, periode Februari-April merupakan puncak panen yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Karenanya, DPRD Sumut menilai kewajiban membeli gabah sesuai HPP cukup strategis memastikan serapan gabah berjalan optimal.

"Harusnya Bulog memperihatikan situasi dan momentum. Di mana, Presiden Prabowo telah mengucurkan dana sebesar Rp16,6 Triliun tanpa bunga untuk Bulog, untuk memastikan modal yang cukup dalam menyerap hasil panen petani," paparnya.

"Saatnya tidak lagi ada upaya menghambat program swasembada pangan, karena program Presiden Probowo sudah jelas dan tegas,yakni kebijakan pangan yang memihak terhadap kepentingan rakyat," pungkasya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Pembangunan Jalan Toba-Labura Bantu Warga Hemat Biaya Pengangkutan Hasil Pertanian

Pembangunan Jalan Toba-Labura Bantu Warga Hemat Biaya Pengangkutan Hasil Pertanian

Yayasan Ononiha Hasambua Peduli Gelar Diskusi Publik, Dukung Penuh Kepulauan Nias Jadi Provinsi

Yayasan Ononiha Hasambua Peduli Gelar Diskusi Publik, Dukung Penuh Kepulauan Nias Jadi Provinsi

Komentar
Berita Terbaru