Tuahman: Program MBG Harus Libatkan Ahli Gizi
Kitakini.news - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan penting dalam upaya meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
Baca Juga:
- HUT ke-28 PAN, Yahdi Khoir Apresiasi Perhatian Gubsu Terhadap Perbaikan Infrastruktur di Batubara
- Kuasa Hukum Dhody Thahir Curiga Ada Pihak Kuat di Balik Perkara, Surat yang Dipersoalkan Justru Dibuat Pengacara
- Rapimnas DMDI di Medan, Said Aldi: DMDI Indonesia Sangat Mendukung Program Pemerintah Prabowo Yang Bermanfaat Bagi Ummat
Menurut Politisi Partai NasDem Dr Tuahman Franciscus Purba, MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Anak-anak berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan nutrisi lengkap, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
"Bukan hanya kenyang yang menjadi tujuan utama, tetapi bagaimana gizi anak benar-benar terpenuhi," ungkap Tuahman mantan anggota DPRD Sumut ini.
Kurangnya perhatian terhadap gizi dapat berakibat fatal bagi perkembangan anak dan masa depan bangsa. Fenomena seperti gondokan dan busung lapar menjadi contoh nyata bahwa masalah gizi bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) periode 2019-2024 ini mencontohkan, gondokan terjadi bukan karena anak kekurangan makan, melainkan kurangnya asupan yodium. Begitu pula dengan busung lapar, yang sering kali disebabkan oleh gizi buruk, bukan semata-mata karena kelaparan.
Salah satu faktor penting dalam keberhasilan MBG adalah keterlibatan ahli gizi dalam setiap tahapannya.
"Dapur gizi yang digunakan dalam program ini harus memiliki pengawasan ahli gizi agar makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan gizi," tegasnya.
Masih kata Tuahman, MBG bukan sekadar memberikan nasi campur tanpa memperhitungkan kandungan nutrisi, tetapi harus memiliki sistem Quality Control yang ketat.
Program MBG bukan sekadar kebijakan jangka pendek, melainkan sebuah investasi besar bagi masa depan Indonesia. Generasi muda yang sehat dan cerdas akan menjadi pemimpin bangsa pada tahun 2045, saat Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju.
"Anak-anak kita hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika mereka tumbuh dengan gizi buruk, bagaimana mungkin mereka bisa membawa Indonesia menjadi negara yang unggul?" ujarnya.
Oleh karena itu, sambung Tuahman, memastikan kualitas gizi anak-anak sejak dini adalah langkah strategis untuk membangun SDM yang kompetitif di masa mendatang.
Dengan pengelolaan yang baik, MBG dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan gizi di Indonesia.
"Harapannya, program ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara luas demi mewujudkan generasi emas yang sehat, kuat, dan siap bersaing di kancah global," pungkasnya. (**)
HUT ke-28 PAN, Yahdi Khoir Apresiasi Perhatian Gubsu Terhadap Perbaikan Infrastruktur di Batubara
Kuasa Hukum Dhody Thahir Curiga Ada Pihak Kuat di Balik Perkara, Surat yang Dipersoalkan Justru Dibuat Pengacara
Rapimnas DMDI di Medan, Said Aldi: DMDI Indonesia Sangat Mendukung Program Pemerintah Prabowo Yang Bermanfaat Bagi Ummat
Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Dhody Thahir: Polisi Harus Tunjukkan Surat Yang Disebut Palsu
Ricky Anthony Apresiasi Polres Dairi Gercep Amankan Pelaku Penganiayaan Anak
Anaknya Kembali Dirawat Pasca Keracunan MBG Orangtua Korban Curhat ke Sutarto
Kenapa Bayam Punya Batas Waktu Usai Dimasak? Ini Penjelasannya
Tak Perlu Mahal dan Impor, Ini Ikan yang Tinggi Protein
Sebut Pacar Jarang di Indonesia, Aura Kasih: Profesional
Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Revaldo Empat Kali Masuk ke Lubang yang Sama
Comeback setelah Enam Tahun Vakum, Syahrini: Baru Dapat Izin Suami
Pulang setelah Dirawat di Rumah Sakit, Haji Bolot Langsung Minta Kopi
Gara-gara Film Paket Santet, Yasamin Jasem Harus Berkelahi