Jemaah Kloter 10 KNO Gelar Pemantapan Bimbingan Manasik Jelang Armuzna
Kitakini.news -Pembinaan dan pemantapan bimbingan manasik kepada jemaah Hajiterus digalakkan. Seperti yang dilakukan Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 10 KNO, Marhani, asal Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Medan.
Baca Juga:
Marhani melakukan kegiatan ini agar persiapan menjelang pelaksanaan Wukuf di Arafah dan kegiatan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Musdalifah, Mina) lebih mantap lagi.
Pembinaan ini dilaksanakan diHotel Snood Al Huda lantai 11, Jarwal, Makkah, Senin (2/6/2025).
Marhani menjelaskan, jamaah Haji Kloter 10 KNO Insya Allah akan berangkat menuju Arafah, Rabu (4/6/2025) yang bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1446 H.
Marhani menyarankan agar jamaah membawa tas ransel yang telah disediakan.
"Persiapkan semua kebutuhan dengan baik terutama tas yang berisi pakaian sehari-hari makanan ringan secukupnya untuk lima hari di Armuzna agar ibadah kita berjalan lancar," ungkapnya.
Sementara itu, pembimbing Ibadah Muhammad Yakub, memberikan penjelasan mendalam tentang Rukun Haji. Dari mulai Ihram hingga rukun terakhir.
Ia menjelaskan, sebelum berangkat ke Arafah, jamaah Haji dianjurkan untuk mandi sunat Ihram dan mengenakan pakaian Ihram.
"Dari mulai Ihram hingga rukun terakhir,bahwa sebelum berangkat ke Arafah, jamaah Haji dianjurkan untuk mandi sunat Ihram dan mengenakan pakaian Ihram. Sholat sunat Ihrom juga disarankan dilakukan di kamar masing-masing sebelum menuju bus yang akan membawa mereka ke Arafah," terangnya.
Yakub menambahkan bahwa niat haji akan dipandu kembali oleh karom atau ustaz di dalam bus. Puncak ibadah Haji, yakni Wukuf di Arafah, dijadwalkan berlangsung, Kamis (5/6/2025), bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1446 H. (**)
Pulang setelah Dirawat di Rumah Sakit, Haji Bolot Langsung Minta Kopi
Anaknya Kembali Dirawat Pasca Keracunan MBG Orangtua Korban Curhat ke Sutarto
Denny Sumargo Botaki Rambut Demi Peran, Tidak Suka Pakai Bald Cap
Kakan Kemenag Deli Serdang Gelar Seleksi KUA, Perempuan Berpeluang
Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026