Selasa, 06 Oktober 2026

5 Ha Tanah Milik Anggota Dewan Sumut di Aceh Tenggara Diduga Diserobot Oknum TNI

Heru - Minggu, 31 Agustus 2025 22:43 WIB
5 Ha Tanah Milik Anggota Dewan Sumut di Aceh Tenggara Diduga Diserobot Oknum TNI
(Dok. DPRD Sumut)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Partai Gerindra, Luhut Simanjuntak

Kitakini.news -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Luhut Simanjuntak meminta Panglima TNI Jenderak Agus Subiyanto dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono segera turun tangan menindak tegas oknum TNI yang diduga menerobos 5 hektar tanah miliknya yang berada di Gajah Mati, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh.

Baca Juga:

"Jangan biarkan kesewenang-wenangan ini terus terjadi, karena perbuatan oknum TNI tersebut jelas melanggar hukum. Saya berharap Pangdam segera bertindak agar citra TNI tidak tercoreng hanya gara-gara ulah segelintir oknum," cetus Luhut kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler dari Aceh Tenggara, Minggu (31/8/2025).

Menurut Luhut, oknum TNI tersebut selain sebagai aktor penyerobotan lahan, juga diduga bekerjasama dengan mafia tanah di Aceh Tenggara yang secara sepihak menanami ladang miliknya tanpa izin.

"Tanah saya di Gajah Mati dengan luas sekitar 5 Hektar benar milik saya sejak lama. Namun oknum TNI menguasainya, bahkan menanami tanaman diatasnya tanpa seizin saya," ketus Luhut sembari mengaku pihaknya tidak pernah menjual atau meminjamkan lahan itu kepada siapapun.

Luhut juga mengungkapkan, lahan tersebut sejatinya hendak digunakannya untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan. Sehingga menugaskan pekerjanya untuk membersihkan lahan, menanam Jagung dan membuat pondok sementara.

Namun, lanjut Politisi Partai Gerindra ini, para pekerjanya justru mendapat intimidasi, teror, hingga ancaman pembakaran dari oknum TNI dan kelompoknya, seraya melakukan intimidasi, mengusir dan melarang pekerja mengelola lahan, sehingga pekerjanya menjadi takut.

"Puncaknya, Kamis (28/8/2025) malam, belasan orang tak dikenal membawa Sajam datang ke lokasi, mengejar pekerja saya hingga mereka lari menyelamatkan diri," beber Wakil Rakyat Dapil Sumut XI meliputi Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini.

Tak berhenti sampai di situ, sambung Luhut, saat pekerjanya kembali ke lokasi, Jumat (29/8/2025) pagi, untuk mengambil peralatan pertanian, mereka mendapati sejumlah pohon di lahan tersebut sudah ditebang oleh orang tak dikenal yang diduga suruhan oknum TNI.

Menyikapi kondisi itu, Luhut meminta Panglima TNI, Pangdam Iskandar Muda, hingga jajaran pimpinan TNI lainnya, untuk segera menertibkan oknum prajurit tersebut, karena sudah mencoreng nama baik institusi TNI dan bertentangan dengan 8 Wajib TNI.

"Kami berharap ada tindakan nyata agar kasus mafia tanah oleh oknum berseragam ini tidak berulang di Aceh Tenggara maupun daerah lain. Ini benar-benar meresahkan masyarakat sekitar. Lahan anggota dewan pun diserobot, apalagi lahan rakyat," tandasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kelompok Suporter Minta 40 Klub Tak Bikin Gaduh: PSMS Sedang Fokus Kejar Juara Championship

Kelompok Suporter Minta 40 Klub Tak Bikin Gaduh: PSMS Sedang Fokus Kejar Juara Championship

Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai

Yayasan Ono Niha Gelar Diskusi Publik tentang Peluang Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias dan Dampak Pemekaran Dapil

Yayasan Ono Niha Gelar Diskusi Publik tentang Peluang Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias dan Dampak Pemekaran Dapil

Komentar
Berita Terbaru