Kamis, 20 Agustus 2026

Berbuka PBK di BPVP Padang, Wamenaker Tegaskan Pentingnya Link and Match dengan Industri

Sukri Chaniago - Selasa, 03 Maret 2026 18:22 WIB
Berbuka PBK di BPVP Padang, Wamenaker Tegaskan Pentingnya Link and Match dengan Industri
Wamenaker, Afriansyah Noor berfoto dengan perwakilan peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), webinar, dan short course di BPVP Padang, Senin, 2 Maret 2026. (Foto :Humas Kemenaker)
Kitakini.news - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan peluang kerja dan tidak sekadar menjadi kegiatan administratif tanpa hasil terukur.

Penegasan tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat membuka rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), webinar, dan short course di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang, Senin (2/3/2026).

Baca Juga:

"Oleh karena itu, pelatihan vokasi tidak boleh sekadar menggugurkan kegiatan. Pelatihan harus menghasilkan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan pasar kerja. Jika pelatihan tidak meningkatkan peluang kerja, maka pendekatannya harus kita perbaiki bersama," ujar Afriansyah Noor.

Menurut Afriansyah Noor, pelatihan vokasi merupakan salah satu solusi efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sepanjang dilaksanakan dengan standar yang jelas, proses yang berkualitas, serta berorientasi pada hasil. Ia menekankan bahwa output pelatihan harus terukur, baik dalam bentuk sertifikasi kompetensi maupun peningkatan penempatan kerja dan kewirausahaan.

Ia menambahkan, agar pelatihan benar-benar berdampak, perencanaan program harus didasarkan pada informasi pasar kerja yang akurat dan mutakhir. Dengan pendekatan tersebut, program yang diselenggarakan dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga tercipta link and match yang konkret antara lembaga pelatihan dan pasar kerja.

"Kami terus mendorong seluruh balai pelatihan di lingkungan Kemnaker untuk aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk BPVP Padang yang selama ini konsisten memperkuat kolaborasi strategis," ujarnya.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjutnya, terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi berbasis kompetensi agar tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menciptakan tenaga kerja yang siap pakai. Pendekatan ini dinilai penting di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kebutuhan industri yang semakin spesifik.

Satu minggu sebelumnya, BPVP Padang juga melaksanakan pelatihan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. Afriansyah Noor menilai langkah tersebut sebagai wujud komitmen bahwa pelatihan vokasi harus bersifat inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja," ujarnya.

Dari sisi kebijakan, penguatan pelatihan inklusif sejalan dengan agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional yang menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas. Pelatihan bagi kelompok rentan dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan individu, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi keluarga.

Untuk memperkuat penempatan kerja, BPVP Padang menjalin kemitraan strategis dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) guna membuka akses pasar kerja luar negeri. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Negeri Padang dalam pengembangan kebekerjaan berbasis heritage yang memanfaatkan potensi lokal Sumatera Barat.

Berbagai pelatihan singkat juga diselenggarakan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar kerja, mulai dari sektor manufaktur, jasa, hingga ekonomi kreatif. Strategi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan produktivitas tenaga kerja daerah.

Melalui penguatan Pelatihan Berbasis Kompetensi, optimalisasi informasi pasar kerja, link and match dengan industri, serta kemitraan strategis lintas sektor, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan pada 2026 meningkatnya lulusan pelatihan yang bekerja atau berwirausaha. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja tersertifikasi serta meningkatnya produktivitas tenaga kerja, termasuk di Sumatera Barat.

Secara analitis, efektivitas pelatihan vokasi sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni relevansi kurikulum, kualitas instruktur, dan keterhubungan dengan industri. Tanpa keterlibatan aktif dunia usaha, pelatihan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan riil pasar. Karena itu, kemitraan strategis menjadi fondasi penting agar pelatihan benar-benar menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi dan pengurangan pengangguran.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kemnaker Siapkan Estafet Karir Bagi Alumni BagangHub ke Dunia Kerja

Kemnaker Siapkan Estafet Karir Bagi Alumni BagangHub ke Dunia Kerja

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

Lepas Mudik 1.431 Pekerja Panasonic, Menaker: Perusahaan Harus Memanusiakan Pekerja

Lepas Mudik 1.431 Pekerja Panasonic, Menaker: Perusahaan Harus Memanusiakan Pekerja

Sekjen Kemnaker Cek Pemagang di Lapas Sukamiskin Dapat Skill dan Pengalaman Kerja

Sekjen Kemnaker Cek Pemagang di Lapas Sukamiskin Dapat Skill dan Pengalaman Kerja

Kemnaker Sebut Mudik Bersama Cara Jaga Produktivitas Pekerja

Kemnaker Sebut Mudik Bersama Cara Jaga Produktivitas Pekerja

Kemnaker Mulai Buka Layanan Aduan THR 2026

Kemnaker Mulai Buka Layanan Aduan THR 2026

Komentar
Berita Terbaru