Kamis, 20 Agustus 2026

Refleksi 78 Tahun Sumut, ARS: Satu Kolaborasi, Sejuta Energi, Kaya Inovasi dan Terus Melayani

Heru - Rabu, 15 April 2026 15:09 WIB
Refleksi 78 Tahun Sumut, ARS: Satu Kolaborasi, Sejuta Energi, Kaya Inovasi dan Terus Melayani
(Dok. F-PKS DPRD Sumut)
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara, Abdul Rahim Siregar ST MT

Kitakini.news -Memperingati Hari Jadi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke-78, Sekretaris Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Abdul Rahim Siregar ST MT menyampaikan refleksi kritis dan konstruktif terhadap kondisi dan masa depan provinsi ini.

Baca Juga:

Dalam pernyataannya, Abdul Rahim menegaskan di usia ke-78, Sumatera Utara merupakan provinsi dengan potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

"Sumatera Utara adalah episentrum peluang. Kekayaan alam yang melimpah dan bonus demografi menjadi kekuatan besar yang jika dikelola dengan baik, mampu mendorong lompatan ekonomi daerah secara signifikan," ujarnya kepada wartawan di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (15/4/2026).

Abdul Rahim juga menyoroti sejumlah persoalan serius yang masih dihadapi Sumatera Utara dalam 5 hingga 10 tahun terakhir. Diantaranya maraknya peredaran Narkoba, ketimpangan pembangunan antar wilayah, tingkat pengangguran terbuka yang masih berada di kisaran 5 persen, serta kualitas pendidikan dan kesehatan yang belum merata.

Selain itu, tata kelola aset daerah dinilai belum optimal, di mana kontribusi aset terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat kecil meskipun nilainya mencapai puluhan Triliun Rupiah.

"Ini adalah ironi yang harus segera diakhiri. Kita tidak boleh lagi membiarkan potensi besar ini tidak memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan rakyat," tegas Abdul Rahim yang juga Ketua Pansus Aset DPRD Sumut.

Abdul Rahim juga mengungkapkan bahwapersoalan lain seperti kerentanan terhadap bencana, konflik agraria, serta belum maksimalnya hilirisasi sektor unggulan masih terjadi di Sumut.

Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm keras bahwa Sumatera Utara membutuhkan lompatan kebijakan yang berani, bukan sekadar rutinitas administratif.

Ketua Umum Forum Masyarakat Dalihan Natolu (FORMADAN) Indonesia ini juga mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya dalam satu tahun lebih kepemimpinan mereka. Fokus pada digitalisasi layanan publik, pembenahan birokrasi, serta penguatan UMKM dinilai sebagai fondasi awal yang positif.

"Beberapa capaian mulai terlihat, seperti meningkatnya kepercayaan publik, berkembangnya ekosistem ekonomi digital, serta langkah awal optimalisasi aset dan BUMD. Penguatan peran Bank Sumut juga menunjukkan arah menuju kemandirian fiskal," ungkapnya.

Meski demikian, wakil rakyat yang akrab disapa ARS dan juga Ketua Umum KAKAMMI Sumut, menekankan pentingnya evaluasi yang tajam dan objektif.

Ia menilai bahwa satu tahun lebih adalah waktu yang cukup untuk mengukur keseriusan arah kebijakan, sehingga ke depan diperlukan langkah yang lebih progresif dan terukur agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Lebih lanjut ARS memaparkan, proyeksi peningkatan kapasitas fiskal daerah, dengan strategi yang tepat, APBD Sumatera Utara dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi Rp16 Triliun pada 2027, Rp18 Triliun pada 2028, Rp20 Triliun pada 2029, hingga Rp22 Triliun pada 2030.

"Target ini realistis jika didukung oleh optimalisasi pajak daerah seperti PKB. Di mana tingkat kepatuhan saat ini baru sekitar 35 persen dari 8,3 juta kendaraan serta peningkatan transparansi pada PBBKB. Selain itu, peningkatan dividen BUMD hingga Rp1 Triliun dan optimalisasi aset daerah hingga Rp1,8 Triliun menjadi kunci penting," jelas Anggota Banggar DPRD Sumut ini.

Ia menambahkan bahwa diversifikasi sumber PAD harus menjadi prioritas, melalui digitalisasi pajak, monetisasi aset daerah, penguatan sektor pariwisata seperti Danau Toba, serta hilirisasi sektor pertanian dan energi.

Di akhir pernyataannya, ARS menegaskan bahwa tema "Satu Kolaborasi, Sejuta Energi, Kaya Inovasi & Terus Melayani" harus diwujudkan dalam aksi nyata.

"Kolaborasi lintas sektor adalah kekuatan, energi rakyat adalah penggerak, inovasi adalah jalan percepatan, dan pelayanan adalah tujuan utama," imbuhnya.

Sebagai informasi, Abdul Rahim Siregar juga merupakan Ketua Umum Forum Masyarakat Dalihan Natolu (FORMADANA) Indonesia, Ketua Umum KAKAMMI Sumatera Utara, serta Founder Lembaga Quantum Leadership & Spirituality danFounder Kampung Trainer Indonesia.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mendukung pembangunan Sumatera Utara agar menjadi provinsi yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

"Di usia ke-78 ini, saatnya kita bersatu. Mengawal, mengkritisi, dan mendukung, agar Sumatera Utara benar-benar melayani dengan hati dan membangun dengan keberanian," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang

Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang

Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Dapat Undangan VIP HUT ke-81 RI, Novi Rizki Beli Kebaya Mahal

Dapat Undangan VIP HUT ke-81 RI, Novi Rizki Beli Kebaya Mahal

Hadiri HUT RI di Istana, Luna Maya: Pejabat Nakal Bertobatlah

Hadiri HUT RI di Istana, Luna Maya: Pejabat Nakal Bertobatlah

Polisi Gelar Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lokasi Karhutla Pelalawan

Polisi Gelar Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lokasi Karhutla Pelalawan

Semarak Hari Kemerdekaan ke-81 RI, Warga Bantaran Sungai Deli Medan Gelar Upacara Bendera

Semarak Hari Kemerdekaan ke-81 RI, Warga Bantaran Sungai Deli Medan Gelar Upacara Bendera

Komentar
Berita Terbaru