Sabtu, 03 Oktober 2026

Ratusan Mahasiswa Nomensen Serukan Tolak MBG

Heru - Senin, 22 Juni 2026 17:10 WIB
Ratusan Mahasiswa Nomensen Serukan Tolak MBG
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Ratusan mahasiswa Universitas Nomensen berunjukrasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (22/6/2026).

Kitakini.news - Seratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mendesak pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Aksi yang mendapat pengawalan ketat personel Brimob dan Polrestabes Medan itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Imam Bonjol dialihkan untuk sementara waktu. Massa datang dari arah Jalan Balai Kota sambil membawa spanduk, poster dan pengeras suara.


Juru bicara aksi Universitas HKBP Nommensen, Andro Siahaan, dalam orasinya menyoroti keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan alasan penempatan aparat keamanan dalam sejumlah posisi yang berkaitan dengan program tersebut.

"Kami mempertanyakan mengapa banyak jabatan yang berkaitan dengan MBG diisi unsur TNI dan Polri. Apa kompetensi mereka dalam bidang gizi, pangan dan pendidikan? Program seperti ini seharusnya dikelola oleh tenaga yang memiliki keahlian sesuai bidangnya," terang Andro.

Ia juga menyoroti keterlibatan sejumlah anggota legislatif dalam program MBG. DPR dan DPRD seharusnya lebih mengedepankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara agar program yang dijalankan benar-benar transparan dan akuntabel.


Dalam kesempatan itu, mahasiswa turut membantah tudingan yang menyebut aksi penolakan MBG sebagai aksi bayaran. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Massa membawa enam tuntutan utama, yakni menurunkan harga BBM dan sembako, membubarkan Badan Gizi Nasional (BGN), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menutup Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), mengembalikan fungsi TNI-Polri sesuai tugas pokok dan fungsinya, serta mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset.

Aksi berlangsung tertib hingga sore hari. Mahasiswa meminta DPRD Sumut menerima aspirasi mereka dan meneruskannya kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang menjadi tuntutan dalam demonstrasi tersebut. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar

Pembangunan Jalan Toba-Labura Bantu Warga Hemat Biaya Pengangkutan Hasil Pertanian

Pembangunan Jalan Toba-Labura Bantu Warga Hemat Biaya Pengangkutan Hasil Pertanian

Yayasan Ononiha Hasambua Peduli Gelar Diskusi Publik, Dukung Penuh Kepulauan Nias Jadi Provinsi

Yayasan Ononiha Hasambua Peduli Gelar Diskusi Publik, Dukung Penuh Kepulauan Nias Jadi Provinsi

Hari Kesaktian Pancasila di Nias Selatan, Bupati Sokhiatulo Laia Ajak Perkuat Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila di Nias Selatan, Bupati Sokhiatulo Laia Ajak Perkuat Persatuan

Komentar
Berita Terbaru