Jumat, 10 Juli 2026

Ubah Image Kuno, Festival Sastra Museum 2026 Siap Jadi Ruang Kreatif Generasi Z di Sumut

Siti Amelia - Rabu, 08 Juli 2026 17:00 WIB
Ubah Image Kuno, Festival Sastra Museum 2026 Siap Jadi Ruang Kreatif Generasi Z di Sumut
amelia
Inisiator kegiatan sekaligus Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan 2025, Porman Wilson Manalu

Kitakininews.co.id -Museum sering kali diidentikkan dengan kesan sunyi, kuno, dan sekadar tempat menyimpan memori masa lalu. Namun, persepsi tersebut bersiap diubah total lewat perhelatan Festival Sastra Museum 2026 yang akan digelar di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara pada 30–31 Juli 2026 mendatang.

Baca Juga:

Mengangkat misi sebagai gerakan membangun kreativitas Generasi Z (Gen Z) berbasis museum, festival ini dirancang menjadi ruang publik yang hidup, terbuka, dan inklusif bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, sekaligus berkolaborasi.
Menghidupkan Sejarah Lewat Medium Sastra

Inisiator kegiatan sekaligus Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan 2025, Porman Wilson Manalu, mengungkapkan bahwa festival ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan perspektif baru terhadap museum. Sastra dipilih sebagai jembatan kreatif agar Gen Z bisa berinteraksi langsung dengan nilai sejarah.

"Festival Sastra Museum merupakan ekspresi sastra masa depan yang berpusar pada ruang masa lalu. Kami melibatkan Generasi Z secara aktif dalam mengembangkan fungsi museum sebagai ruang edukasi, wisata, dan ekonomi kreatif," ujar Porman dalam konferensi pers di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Rabu (8/7/2026).

Porman menambahkan, ruang-ruang sejarah di Museum Negeri Sumut—mulai dari Ruang Masa Prasejarah, Kebudayaan Sumatera Kuno, masa Kerajaan Hindu-Buddha, hingga Masa Perjuangan Melawan Kolonial—akan dijadikan sumber inspirasi utama bagi karya-karya sastra anak muda.

"Kita ingin museum jadi 'taman bermain' dan tempat nongkrong yang nyaman agar anak muda bebas berekspresi," imbuhnya.
Kolaborasi Lintas Generasi dan Komunitas

Senada dengan Porman, Pendiri Teater Rumah Mata, Agus Susilo, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan sastra yang eksklusif, melainkan sebuah ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

"Festival ini mempertemukan seniman, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kita ajak mereka menjadikan museum sebagai sumber inspirasi penciptaan karya yang menyenangkan," kata Agus.


Jadwal Lengkap dan Rangkaian Acap Festival Sastra Museum 2026

Bagi Anda yang tertarik bergabung, festival ini menyajikan rangkaian acara padat yang dimulai sejak pra-event hingga puncak acara. Berikut jadwal lengkapnya:

1. Pra-Event (Pelatihan & Workshop)

28 Juli 2026: Pelatihan Penulisan Karya Sastra di Museum Negeri Sumut (Narasumber: Aisah Bashar).

29 Juli 2026: Workshop Tata Kelola Sastra Museum di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata (Narasumber: S. Metron Masdison).

2. Puncak Festival Hari Pertama (30 Juli 2026)

Lomba Baca Puisi: Juri Teja Purnama Lubis, Muhammad Anggie J. Daulay, dan Soekisno.

Lomba Akting: Juri Agus Susilo, Mukhlis Ariyoga, dan Sri Wahyuningsih.

Pojok Bincang Sastra Museum: Menghadirkan Dr. Rosliani, Dina Mariana, dan Renny Yulia.

3. Puncak Festival Hari Kedua (31 Juli 2026)

Lomba Penulisan Karya Sastra: Juri Juhendri Chaniago, S. Ratman Suras, dan M. Yunus Rangkuti.

Lomba Musikalisasi Puisi: Juri Hendrik Perangin-angin, Ririn Prabuwati, dan M. Raudah Jambak.

Diskusi Sastra Museum: Menghadirkan Pidia Amelia, M.A. (Dekan FIS Unimed) serta perwakilan Balai Bahasa Sumatera Utara.

Acara Pendukung: Peluncuran Buku Sastra, Penayangan Audio Visual Sastra Museum, dan Pementasan Sastra Pertunjukan Berbasis Museum.

Melalui integrasi sastra dan sejarah, Festival Sastra Museum diharapkan mampu melahirkan produk ekonomi kreatif baru yang berkelanjutan di Sumatera Utara. Tidak berhenti di sini, pihak panitia berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan gerakan ini ke depan.

"Ke depan, program ini akan terus dikembangkan melalui Sanggar Museum. Kami juga mendorong agar Festival Sastra Museum ini bisa menjadi agenda tahunan resmi dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan," pungkas Porman.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Maling Berhasil Bobol Museum Louvre selama Tujuh Menit

Maling Berhasil Bobol Museum Louvre selama Tujuh Menit

Fragmen Arca Ganesha di Museum Bhagawanta Bhari Hilang

Fragmen Arca Ganesha di Museum Bhagawanta Bhari Hilang

Bangkrut, Museum Bruce Lee di Hong Kong Tutup

Bangkrut, Museum Bruce Lee di Hong Kong Tutup

Museum di Bali Masuk Daftar Meseum Terindah di Dunia

Museum di Bali Masuk Daftar Meseum Terindah di Dunia

Museum Jamin Ginting, Berbentuk Kacang di Tengah Ladang

Museum Jamin Ginting, Berbentuk Kacang di Tengah Ladang

Juli 2025 Museum Cristiano Ronaldo Hadir di Hong Kong

Juli 2025 Museum Cristiano Ronaldo Hadir di Hong Kong

Komentar
Berita Terbaru