Jumat, 31 Juli 2026

Aksi Solidaritas di Medan Kecam Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Jurnalis 'Londo Ireng'

Abimanyu - Jumat, 31 Juli 2026 15:20 WIB
Aksi Solidaritas di Medan Kecam Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Jurnalis 'Londo Ireng'
Teks ‎foto : ‎Aksi solidaritas di Medan kecam pernyataan Presiden Prabowo tentang "Londo Ireng". (Abimanyu)

Kitakininews.co.id - Sejumlah organisasi pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan kelompok masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas di depan Pos Bloc Medan, Kamis (30/7/2026) sore.

Baca Juga:

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai "Londo Ireng" atau pengkhianat bangsa.

‎Dalam aksi itu, massa menilai ucapan Presiden berpotensi mendiskreditkan profesi jurnalis, melemahkan kebebasan pers, serta mencederai nilai-nilai demokrasi. Mereka juga mendesak Presiden memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers.

‎Koordinator Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara, Array A. Argus, dalam orasinya menyatakan pernyataan Presiden yang disampaikan di forum resmi telah menyudutkan profesi jurnalis dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

‎"Pernyataan Presiden Prabowo Subianto ini busuk semua. Pernyataannya hanya menimbulkan kegaduhan. Saya curiga pernyataan Presiden ini hanya untuk menutupi isu-isu besar yang ada di negara ini. Saya prihatin dengan orang-orang yang tetap membela Presidennya meskipun melakukan kesalahan. Ini yang membuat Presiden terus merasa benar," teriak Array.

‎Ia menegaskan pihaknya keberatan atas penyebutan jurnalis sebagai "Londo Ireng" atau antek asing, karena menurutnya stigma tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap profesi pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

‎Dalam orasinya, Array juga menegaskan aksi tersebut merupakan gerakan sipil yang lahir dari keresahan masyarakat, bukan gerakan yang didanai pihak tertentu.

‎"Ini bukan ingin menggulingkan rezim, tapi kalau rezim ini tidak mendengar, boleh juga kita gulingkan. Aksi ini adalah gerakan sipil, murni gerakan sipil, tidak didanai siapa pun. Jadi kalau ada yang bilang ini didanai asing, mata kau yang asing," ujarnya.

‎Senada dengan itu, Ketua Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumut, Aris Rinaldi Nasution, mengatakan pernyataan Presiden sangat disayangkan karena diucapkan oleh seorang kepala negara yang seharusnya menjadi simbol persatuan bangsa.

‎Menurut Aris, setiap ucapan Presiden memiliki dampak luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk terhadap profesi wartawan yang dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugas jurnalistik.

‎"Kami sangat menyayangkan ucapan yang justru keluar dari lisannya seorang kepala negara yang merupakan simbol persatuan bangsa. Setiap pernyataan Presiden sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat dan bernegara, termasuk profesi wartawan. Jadi, seharusnya yang diutarakan oleh Presiden itu adalah ucapan yang baik dan tidak memecah belah bangsa," katanya.

‎Aris menegaskan pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kepada publik, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta menjadi salah satu pilar utama demokrasi.

‎Karena itu, Forwakum Sumut mendesak Presiden Prabowo segera memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya insan pers di Indonesia.

‎"Kami jurnalis, bukan 'Londo Ireng' seperti yang diucapkan Pak Presiden. Untuk itu, kami mendesak Presiden Prabowo segera memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya insan pers Indonesia," tegasnya.

‎Di akhir aksi, Forwakum Sumut juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, serta berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

‎Aksi solidaritas tersebut diikuti sejumlah organisasi, di antaranya KKJ Sumut, AJI Medan, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut, Forum Jurnalis Medan (FJM), Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumut, dan Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Sumut.

‎Selain organisasi pers, aksi juga diikuti elemen masyarakat sipil, seperti Aksi Kamisan Medan, KontraS Sumut, LBH Medan, BAKUMSU, dan WALHI Sumut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Maruli Siahaan Pererat Silaturahmi dengan Wartawan Lewat Bantuan Ramadhan

Maruli Siahaan Pererat Silaturahmi dengan Wartawan Lewat Bantuan Ramadhan

Sepeda Motor Istri Wartawan Disikat Maling Saat Ngajar Ngaji

Sepeda Motor Istri Wartawan Disikat Maling Saat Ngajar Ngaji

Komentar
Berita Terbaru