Penguatan Tepian Sungai Aih Bobo Rampung, Lindungi Gayo Lues dari Risiko Bencana
Kitakininews.co.id -Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menuntaskan penguatan tepian Sungai Aih Bobo di Desa Aih Bobo dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Penanganan tanggap darurat tersebut dilakukan untuk melindungi permukiman, lahan pertanian, dan mobilitas warga dari ancaman erosi, luapan sungai, serta banjir bandang.
Baca Juga:
Pekerjaan
difokuskan pada pemasangan bronjong, yaitu struktur anyaman kawat berisi batu
yang berfungsi memperkuat tepian sungai. Site Manager Operasional Hutama Karya
Peri mengatakan pekerjaan di kedua sisi Sungai Aih Bobo berlangsung sejak awal
Februari hingga awal Agustus 2026.
"Awal kita beri tanggul tanah. Setelah itu, lanjut ke
bronjong dengan lebih kurang 1 kilometer, tinggi 2,5 meter, lebar ada 3 meter,
untuk memproteksi air agar dinding sungai tidak rusak," kata Peri.
Luapan Sungai Aih Bobo saat bencana hidrometeorologi
sebelumnya merusak lahan pertanian dan berdampak pada rumah warga. Karena itu,
penguatan tepian sungai disiapkan sebagai perlindungan awal agar aliran air
tidak kembali menggerus kawasan permukiman.
"Jadi lokasi
ini pas waktu bencana itu lahan pertanian rusak dan juga ada mengenai rumah
warga. Jadi ini kami protek, dinding sungai ini. Itu kita menggunakan bronjong
karena secara teknik itu yang lebih ideal," ujar Peri.
Pengawas
Lapangan BWS Sumatera I Fahried Wajidi mengatakan penanganan tanggap darurat
juga dilakukan pada empat titik lain di Kecamatan Rikit Gaib, Dabun Gelang, dan
Putri Betung. Secara keseluruhan, lima titik penguatan tepian sungai tersebut
telah mencapai progres fisik 99 persen.
"Pascabencana
di setiap titik itu kita lakukan pemasangan bronjong karena ini sifatnya
tanggap darurat, artinya sementara," kata Fahried saat meninjau Sungai Aih Bobo
bersama Satgas PRR, Jumat (21/8/2026).
Kelima titik
penanganan tersebut didukung anggaran Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp137
miliar. Kehadiran struktur pelindung Sungai diharapkan memberi rasa aman bagi
warga saat curah hujan meningkat, sekaligus menjaga lahan pertanian dan akses
masyarakat di sekitar aliran sungai.
Sementara itu,
Perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) dari Kementerian Dalam Negeri, Imran menegaskan
pentingnya peran Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan Pemerintah Provinsi Aceh
dalam melengkapi pemulihan pascabencana di kabupaten itu.
Imran mencatat
masih ada sejumlah jalan dan jembatan kewenangan provinsi serta kabupaten yang
belum ditangani, seperti akses rusak di Pining dan Pintu Rime. Padahal, alokasi
Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat telah dikucurkan ke daerah.
"Kami berharap untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah tersusun di dalam Renduk, sudah ada pemisahan yang jelas antara Renduk pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kita berharap implementasinya dapat saling bersinergi untuk memperbaiki wilayah antara Lokop dan Blangkejeren di Gayo Lues," kata Imran.
Pemulihan dan Penanganan Bencana Banjir Sumatera di Medan, Satgas PRR Alokasikan Rp565 Miliar
Aceh Tengah Pulihkan 1.496 Hektare Sawah, Target Siap Tanam Awal September
Satgas PRR Percepat Relokasi Sekolah Terdampak Bencana, Administrasi dan Konstruksi Berjalan Paralel
Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang
Ratusan Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas dari TNI