Senin, 31 Agustus 2026

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

CT2 - Senin, 31 Agustus 2026 17:26 WIB
Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah
Muhammad Surya Simatupang tak mampu menyembunyikan kesedihannya karena peluang anaknya untuk kuliah terhalang Desil.

Kitakininews.co.id -MEDAN : Muhammad Surya Simatupang tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Buruh harian lepas itu datang bersama putranya, Muhammad Al Fadri Simatupang, ke Rumah Aspirasi Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, di Medan, Senin, 31 Agustus 2026.

Baca Juga:

Mereka membawa harapan agar data desil keluarga dapat diperbaiki sehingga Al Fadri berpeluang memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah. Namun, setelah kembali melakukan pemeriksaan, data keluarga tersebut masih tercatat dalam kategori Desil 6 hingga 10.

Kategori itu membuat keluarga Surya belum masuk dalam kelompok yang diprioritaskan untuk menerima bantuan pendidikan.

Surya mengaku telah berusaha memperbaiki data keluarganya sejak Juli 2026. Ia mendatangi kepala lingkungan, Dinas Sosial, hingga melakukan pembaruan data melalui sistem berbasis web yang difasilitasi Badan Pusat Statistik sejak awal Agustus.

Namun hingga akhir Agustus 2026, perubahan yang diharapkan belum juga terjadi.

"Tinggal berserah diri saja ini, Nak. Apabila tidak ada perubahan desil, kita jalani lah nasib ini," ucap Surya lirih sambil menahan air mata.

Bagi Surya, persoalan tersebut bukan sekadar angka dalam sistem pendataan. Di balik data desil itu, terdapat harapan putranya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia mengaku terus meminta Al Fadri memeriksa perkembangan data setiap hari dengan harapan masih ada perubahan yang dapat membuka jalan untuk mendapatkan KIP Kuliah.

Hal yang paling membuatnya sedih adalah kemungkinan harus pulang membawa kabar buruk kepada istrinya yang juga berharap anak mereka dapat melanjutkan pendidikan.

"Sedih kali nanti mamaknya ini. Mamaknya sudah mengharapkan kali," katanya sambil mengusap air mata.

Al Fadri yang berada di samping ayahnya juga tak kuasa menahan tangis. Ia melihat langsung perjuangan orang tuanya untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik.

Menurut keluarga, kondisi ekonomi mereka tidak sesuai dengan gambaran keluarga mampu sebagaimana tercermin dalam kategori Desil 6 hingga 10.

Tim Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan sebelumnya bahkan telah melakukan survei langsung ke kediaman keluarga tersebut di Jalan Kapten Muslim, Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Surya dan keluarganya tinggal di rumah sewaan berdinding papan yang sebagian kondisinya telah lapuk. Lantai rumah hanya berupa semen dan sejumlah bagian mulai retak. Kondisi dapur serta kamar mandi juga jauh dari gambaran kehidupan keluarga berkecukupan.

Sehari-hari, Surya bekerja sebagai buruh harian lepas. Ketika tidak memperoleh panggilan kerja, ia berusaha mencari tambahan penghasilan sebagai pengemudi ojek online. Namun, kondisi kesehatannya yang sering terganggu membuat aktivitas tersebut tidak selalu dapat dilakukan.

Sementara istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Di tengah keterbatasan ekonomi, pendidikan Al Fadri menjadi harapan besar keluarga. Mereka berharap putranya dapat memperoleh kesempatan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi.

Persoalan yang dihadapi Surya ternyata bukan satu-satunya. Pada hari yang sama, puluhan keluarga juga mendatangi Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan dengan persoalan serupa.

Mereka berharap data desil keluarga dapat diperbarui agar anak-anak mereka memiliki peluang memperoleh bantuan KIP Kuliah.

Berdasarkan data yang dihimpun, lebih dari seribu calon mahasiswa disebut masih terkendala persoalan data desil dan menunggu perubahan data untuk dapat memenuhi persyaratan bantuan pendidikan.

Salah satunya Purnama Siregar yang datang bersama putrinya, Christy Natalia Nababan. Mereka telah menunggu hampir sebulan, namun data desil keluarga belum mengalami perubahan.

"Udah hampir sebulan kami tunggu, nggak berubah juga desilnya. Masih bisanya anakku ini kuliah?" tanya Purnama dengan mata berkaca-kaca.

Bagi keluarga Surya, Purnama, dan ratusan calon mahasiswa lainnya, persoalan perubahan data desil menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan peluang memperoleh bantuan pendidikan.

Dengan semakin dekatnya tahun ajaran baru, mereka berharap ada kepastian mengenai data dan kesempatan anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kejari Medan Perkuat Langkah Preventif, Sekretariat DPRD Medan Gandeng Datun Cegah Risiko Hukum

Kejari Medan Perkuat Langkah Preventif, Sekretariat DPRD Medan Gandeng Datun Cegah Risiko Hukum

Terbukti Melanggar Disiplin, Camat Medan Timur dan Lurah Aur Copot Jabatan

Terbukti Melanggar Disiplin, Camat Medan Timur dan Lurah Aur Copot Jabatan

Erupsi Sinabung, Frans Dante dan Salmon Sagala Imbau Masyarakat  Kabupaten Karo Tetap Waspada

Erupsi Sinabung, Frans Dante dan Salmon Sagala Imbau Masyarakat Kabupaten Karo Tetap Waspada

Yahdi Khoir: Masjid Muhammadiyah Harus Tampil Etalase Terdepan Pemberdayaan Umat

Yahdi Khoir: Masjid Muhammadiyah Harus Tampil Etalase Terdepan Pemberdayaan Umat

Gelar Turnamen Mini Soccer, SP PLN UID Sumut Perkuat Wellbeing Pegawai

Gelar Turnamen Mini Soccer, SP PLN UID Sumut Perkuat Wellbeing Pegawai

Festival Medan Merdeka Digelar

Festival Medan Merdeka Digelar

Komentar
Berita Terbaru