Kamis, 15 Oktober 2026

Pompanisasi Hadapi El Nino, Petani tetap Produktif dengan Target Penanaman Seluas 70 Ribu Hektare

Azzaren - Selasa, 01 September 2026 17:00 WIB
Pompanisasi Hadapi El Nino, Petani tetap Produktif dengan Target Penanaman Seluas 70 Ribu Hektare
Teks foto : Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan petani menggelar gerakan tanam serempak di 25 provinsi. (Azzareen)

Kitakininews.co.id -Ancaman El nino dan kekeringan tak menyurutkan semangat petani untuk menanam padi.Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan petani menggelar gerakan tanam serempak di 25 provinsi.

Baca Juga:

Kegiatan ini menargetkan penanaman seluas 70 ribu hektare dengan pusat kegiatan di Desa Sukapulung, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).

Ancaman El nino yang memicu kekeringan, tak menyurutkan langkah petani untuk terus menanam padi. Di tengah keterbatasan air, pemerintah mendorong petani memanfaatkan pompanisasi, optimalisasi lahan atau oplah, serta pendampingan penyuluh pertanian.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif sekaligus meningkatkan indeks pertanaman dan produksi padi.

Semangat tersebut ditunjukkan dalam gerakan tanam serempak yang digelar di 25 provinsi di Indonesia, dengan target penanaman mencapai 70 ribu hektare.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga swasembada, ketahanan, serta kedaulatan pangan secara berkelanjutan.

"kita berharap setelah lahan-lahan oplah ini direkonstruksi maka yang tadinya hanya ditanam satu kali ini bisa meningkat tidak pertanamannya menjadi dua kali 100 dan bahkan bisa meningkat menjadi 300 dengan kita memastikan bawah pertanaman ini terjadi maka kita juga memastikan bahwa wasembada pangan berkelanjutan akan terus kita jaga, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan akan terus kita juga jaga," papar Idha.

Gerakan tanam menyasar lahan optimalisasi lahan atau oplah serta lahan hasil cetak sawah rakyat. Melalui rekonstruksi dan pemanfaatan lahan pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman.

Dikatakannya lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali dalam setahun, didorong untuk ditingkatkan menjadi dua bahkan tiga kali tanam.Ketersediaan air menjadi tantangan utama terutama saat kondisi cuaca kering.

"Karena itu pompanisasi menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mengalirkan air dari sumber yang masih tersedia ke lahan pertanian," ujar Idha.

Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran hingga triliunan rupiah untuk mendukung program pompanisasi di sejumlah daerah terdampak kekeringan.

Pemerintah dalam hal ini kementerian pertanian, pak menteri sudah menyediakan anggaran yang cukup luar biasa nilainya triliunan rupiah untuk kemudian beberapa daerah yang terdampak kekeringan ini bisa menggunakan pompanisasi untuk kemudian mengaliri lahan-lahan yang kering.

Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian. Penyuluh menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani, termasuk mempercepat adopsi teknologi dan inovasi pertanian.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Perkuat Ketahanan Pangan

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare untuk Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Perkuat Ketahanan Pangan

Ini Dia Nayunda Nabila, Penyanyi Cantik yang Terseret Kasus SYL

Ini Dia Nayunda Nabila, Penyanyi Cantik yang Terseret Kasus SYL

Saksi Rininta Octarini Ungkap Ada Grup WhatsApp 'Saya Ganti Kalian' dalam Sidang Kasus Gratifikasi Syahrul Yasin Limpo

Saksi Rininta Octarini Ungkap Ada Grup WhatsApp 'Saya Ganti Kalian' dalam Sidang Kasus Gratifikasi Syahrul Yasin Limpo

Renovasi Kamar Anak SYL: Pengakuan Sukim Supandi tentang Penggunaan Uang Pribadi

Renovasi Kamar Anak SYL: Pengakuan Sukim Supandi tentang Penggunaan Uang Pribadi

Komentar
Berita Terbaru