Kamis, 30 Juli 2026

Program BAAS Berkontribusi Turunkan Angka Stunting di Medan

- Senin, 03 April 2023 19:29 WIB
Program BAAS Berkontribusi Turunkan Angka Stunting di Medan

Kitakini.news - Program Inovasi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang dicanangkan Wali Kota Medan Bobby Nasution ternyata berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di ibu kota Sumatra Utara ini. Tercatat, pada Februari 2022 jumlah anak penderita stunting di kota ini sebanyak 550, lalu pada Agustus di tahun yang sama turun menjadi 364, dan pada Februari 2023 turun lagi menjadi 298. 

Baca Juga:


“Program ini dilaksanakan mulai November 2022 sampai April 2023. Enam bulan. Sekarang masih berlangsung. Program ini langsung melibatkan Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, seluruh pejabat Eselon II dan III, unsur Forkopimda, dan Pelindo,” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPMPPKB), Edliaty, saat ditemui di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Senin (3/4/2023). 


Melalui program ini, setiap bulan para bapak asuh ini memberikan bantuan sebesar Rp500 ribu untuk disalurkan dalam bentuk makanan bergizi kepada anak penderita stunting. Setiap minggu, makanan tambahan ini disalurkan kepada anak penderita stunting melalui Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PPLKB). 


“Bahan makanan tambahan itu kita antar ke rumah anak penderita stunting berupa protein hewani, sayur-sayuran, serta beras. Setiap minggu kita salurkan,” sebutnya seraya mengatakan, penyaluran makanan tidak dilakukan melalui puskesmas.  


Di tempat yang sama, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Dinas PPPAPMPPKB, Yurina Rahma Siregar, menerangkan, sampai saat ini  sudah dilakukan penyaluran selama 12 tahap. Berdasar laporan dari petugas data pihaknya, awalnya jumlah anak stunting yang menerima bantuan makanan tambahan ini sebanyak 360, namun berkurang karena pindah dari Kota Medan, hingga akhirnya menjadi 353 anak.


Data terbaru menunjukkan, penyaluran makanan tambahan program BAAS ini dilakukan pada 15, 23, 28 Desember 2022. Selanjutnya 9 dan 30 Januari 2023, kemudian 1, 3, 8 10, 17, dan 24 Maret 2023. Pada tanggal 30 Januari 2023 itu dilakukan pembagian 2 paket bantuan sebab adanya perombakan jabatan di lingkungan Pemko Medan sehingga harus dilakukan penyesuaian administrasi. Sesuai dengan jadwal program selama 6 bulan, penyaluran makanan ini masih akan berlangsung selama 12 tahap lagi.    


Sebelumnya, Edliaty juga mengatakan, PPLKB di setiap kelurahan terus memantau kebutuhan anak stunting, termasuk kondisi sosial ekonomi keluarganya. Hal ini dilakukan agar pihaknya bisa menentukan langkah-langkah penanganan stunting yang tidak monoton. 


Dari hasil pemantauan ini, lanjutnya, akan diperoleh gambaran utuh tentang kondisi keluarga anak penderita stunting. Salah satu yang menjadi fokus adalah membantu agar perekonomian keluarga anak penderita stunting ini meningkat. Dengan meningkatnya perekonomian, maka asupan gizi yang dibutuhkan anak dapat dipenuhi keluarga. 


"Kalau memang kita nilai ayah maupun ibu anak penderita stunting ini bisa membuka usaha, kita tentu akan membantunya. Kita bisa berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian," sebutnya.


Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Eko Purdjianto Puji Perlawanan PSMS Meski Takluk Tipis dari Persebaya

Eko Purdjianto Puji Perlawanan PSMS Meski Takluk Tipis dari Persebaya

Pemprovsu Siapkan Perda Larangan Penggunaan ‘Vape'

Pemprovsu Siapkan Perda Larangan Penggunaan ‘Vape'

Merusak Generasi Bangsa, Kurir 56,13 Kg Ganja Dihukum 20 Tahun Penjara

Merusak Generasi Bangsa, Kurir 56,13 Kg Ganja Dihukum 20 Tahun Penjara

Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

Gubernur Bobby Nasution Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Tanggung Jawab Pemerintah hingga Tingkat Desa

Duel Klasik Duo HIjau PSMS Vs Persebaya, Ayam Kinantan Bertekad Tunjukkan Daya Saing

Duel Klasik Duo HIjau PSMS Vs Persebaya, Ayam Kinantan Bertekad Tunjukkan Daya Saing

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

Komentar
Berita Terbaru