Fenomena El Nino, Baskami: Stok Pangan Harus Aman Agar Tak Ada Lonjakan Inflasi
Kitakini.news – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
(Pemprovsu) harus menyediakan langkah antisipasi untuk menjamin ketersediaan
stok pertanian agar tidak terjadi inflas. Sebab, fenomena cuaca ekstrem seperti
El Nino berupa kenaikan suhu permukaan air laut dan kekeringan dapat berdampak
langsung kepada sektor pertanian.
Baca Juga:
"Sebelumnya saya memberikan apresiasi kepada
Pemprovsu yang berhasil mengendalikan inflasi hingga bulan ini. Hal ini juga
harus disusul langkah antisipasi menjelang adanya cuaca ekstrem pada bulan-bulan
berikutnya," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut kepada
wartawan melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (1/5/2023).
Hal tersebut disampaikan Baskami menanggapi imbauan
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung terkait fenomena El Nino dan
kaitannya terhadap inflasi diacara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
(GNPIP), Rabu (31/5/2023).
Menurut Baskami, fenomena El Nino ini dapat mengganggu
masa tanam dan panen, akibat kekeringan. Oleh karenanya, perlu dicegah dengan
koordinasi yang kuat antar Stakeholder terkait.
"Ketersediaan stok pangan kita harus aman. Agar
tak ada kenaikan harga yang menyebabkan inflasi," imbuhnya.
Politisi senior PDI Perjuangan itu juga menerangkan,
bahwa perlunya ketersediaan cadangan pangan pemerintah baik melalui Bulog, BUMD
dan para petani. Sehingga tidak terjadi kenaikan harga karena stok menipis dan
ketidakstabilan pasar.
Tak hanya itu, lanjut Baskami, peran Dinas Pertanian dalam penyiapan irigasi, pengairan ke area pertanian juga perlu disiapkan. "Saya berharap dengan sinergitas yang kuat antar Stakeholder Sumut mampu mengatasi dampak El nino," tambahnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung
mengungkapkan bahwa fenomena El Nino hendaknya menjadi perhatian Pemerintah
Pusat dan daerah. Baginya, bila dampak El Nino ini tidak diantisipasi maka
dapat menyebabkan inflasi tinggi yangberdampak luas ke sektor ekonomi lainnya,
utamanya sektor riil.
"Maka GNPIP ini disusun dalam rangka Sinergi dan
Inovasi Ketahanan Pangan, peningkatan produktivitas nilai tambah juga kerja
sama antar daerah," tandasnya.
Yuda juga mengapresiasi atas Pemprovsu yang mampu
mengendalikan inflasi Sumut hingga kini.
"Pengendalian inflasi ini menggunakan bauran
kebijakan, tak hanya moneter atau kenaikan Suku Bunga, juga dengan sinergitas,
konsistensi, inovasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait
lainnya," tambahnya.
Seperti diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika (BMKG) memprediksi, adanya peluang sebesar 50-60 persen terjadinya El
Nino di Indonesia pada semester kedua tahun 2023 dengan puncaknya diyakini pada
Agustus.
Salah satu dampak El Nino yang sangat diwaspadai
adalah terjadinya gagal panen. Gagal panen ini akan membuat kurangnya komoditas
pertanian yang berujung pada meningkatnya harga.
Berdasarkan BMKG, El Nino merupakan fenomena
memanasnya suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan itu
meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi
curah hujan di wilayah Indonesia.
Redaksi
Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda
Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan
UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur
OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan
Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol