Baskami Minta Pemprovsu Pantau Kesehatan Hewan Kurban
Kitakini.news – Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, Baskami Ginting meminta Pemerintah
Provinsi Sumut (Pemprovsu) melakukan langkah persiapan menjelang Hari Raya Idul
Adha 1444 Hijriah. Hal tersebut menyusul cuti bersama hingga akhir bulan ini.
Baca Juga:
Menurut Baskami, Pemprovsu perlu
melihat ketersediaan stok pangan, karena diperkirakan permintaan meningkat,
yang akan menyebabkan naiknya sejumlah komoditas.
"Juga soal pengawasan hewan
kurban yang akan disembelih. Harus benar-benar tidak terjangkit penyakit mulut
dan kuku (PMK)," ujar Baskami kepada wartawan melalui keterangan tertulis,
Selasa (27/6/2023).
Tak hanya itu, Baskami juga meminta
pengawasan, pemantauan harga dan ketesediaan stok harus dilakukan sebagai upaya
menjaga kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
"Ketika ketersediaan bahan
pokok aman maka kenaikan relatif tidak terjadi. Maka itu langkah-langkah
strategis harus dilakukan pemerintah daerah, guna memastikan semua komoditas
bahan pokok tersedia dan mencukupi," papar politisi senior PDI Perjuangan
ini.
Untuk kesehatan hewan kurban, masih
kata Baskami, pemerintah harus memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban
demi menjaga kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, lanjutnya,
kegiatan pemeriksaan itu tersebut harus terus disosialisasikan kepada
masyarakat, sehingga masyarakat mendapat keamanan dan keberkahan dalam melaksanakan
ibadah berkurban.
"Semoga Idul Adha tahun ini
dapat kita rayakan bersama tanpa ada halangan berarti. Saya juga mengucapkan
selamat Hari Raya Idul Adha bagi seluruh saudara-saudara yang merayakan,"
pungkasnya.
Redaksi
Raker DPRD Sumut 2026 di Parapat, Evaluasi Kinerja dan Susun Rencana Kerja
Yahdi Khoir: Masjid Muhammadiyah Harus Tampil Etalase Terdepan Pemberdayaan Umat
Gelar Turnamen Mini Soccer, SP PLN UID Sumut Perkuat Wellbeing Pegawai
Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Buka Jalan Masa Depan
Setahun Lebih Dilaporkan, Kuasa Hukum Pertanyakan Perkembangan Dugaan Pelecehan Anak di Nias Selatan