Rabu, 19 Agustus 2026

Baskami Ginting Menyayangkan Buruknya Pengelolaan Medan Zoo

Heru - Jumat, 19 Januari 2024 18:03 WIB
Baskami Ginting Menyayangkan Buruknya Pengelolaan Medan Zoo
Gorby
Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting.

Kitakini.news - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Baskami Ginting menyayangkan, buruknya pengelolaan Medan Zoo yang saat ini menuai polemik di masyarakat.

Baca Juga:

Menurut Baskami, buruknya pengelolaan dan penataan Medan Zoo menjadi faktor penyebab rendahnya minat masyarakat untuk bertandang kesana.

Baskami mengatakan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatra Utara telah memberikan teguran sebanyak dua kali pada 2022 lalu.

"Akan tetapi tidak ada perubahan malah semakin buruk dan banyak satwa langka yang mati," ujar Baskami kepada wartawan di Medan, Jumat (19/1/2023).

Menurut Baskami, Medan zoo yang terletak di Jalan Bunga Rampai IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan itu harus dikelola secara profesional. "Adanya ahli satwa yang tentunya berpengalaman menangani satwa langka yang ada disana," imbuhnya.

Masih kata Baskami, kejadian Medan Zoo ini memiliki kemiripan dengan kejadian yang menimpa Kebun Binatang Ragunan, Jakarta satu dasawarsa silam.

Menurut Baskami, saat itu Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta melakukan pembenahan secara besar-besaran, Kebun Binatang Ragunan.

"Pada saat itu melibatkan swasta, ke arah perbaikan dan pengelolaan, tetapi Pemprov Jakarta tetap yang mengkoordinir," jelasnya.

Maka dari itu, Baskami mendorong Pemko Medan untuk melibatkan pihak swasta dalam pengelolaan Medan Zoo.

"Kita libatkan Taman Safari Indonesia, Ancol dan lainnya untuk penataan dan pengelolaaan. Dengan demikian mudah-mudahan pengunjung meningkat," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai keberadaan Medan Zoo sangat penting, sebagai ikon Kota Medan dan wahana berkunjung bagi masyarakat.

"Disaat masyarakat sibuk menjalani rutinitas yang berhadapan dengan banjir, macet, Medan Zoo menjadi destinasi keluarga untuk berlibur di akhir pekan," tambahnya.

Diketahui, Medan Zoo yang dibangun tahun 2005 dan memiliki luas 30 hektare itu tercatat sebanyak tiga ekor Harimau peliharaannya mati dalam dua bulan terakhir. Dua diantaranya adalah Harimau Sumatra sedangkan satu Harimau lainnya adalah Harimau Benggala.

Selain itu, beberapa satwa juga ditemukan sakit. Matinya tiga Harimau dan telantarnya satwa lainnya ini disebabkan oleh krisis finansial yang melanda Medan Zoo.

Manajer Medan Zoo Pernius Harefa saat dikonfirmasi mengungkapkan krisis keuangan berat yang membelit kebun binatang tersebut.

"Pasalnya, pemasukan dari penjualan tiket kepada pengunjung menjadi satu-satunya penopang operasional sementara jumlah pengunjung terus menurun setiap harinya," terangnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

Meriahta: Jangan Hanya Minta Maaf, Kasus Dugaan Keracunan MBG di Karo Harus Diusut Tuntas

APBD Perubahan 2026 Tembus Rp7,7 Triliun, Wali Kota Medan Fokuskan Anggaran pada 6 Prioritas Pembangunan

APBD Perubahan 2026 Tembus Rp7,7 Triliun, Wali Kota Medan Fokuskan Anggaran pada 6 Prioritas Pembangunan

Kepala Bapenda Medan Kenakan Pakaian Adat Simalungun Hadiri Upacara HUT ke-81 RI

Kepala Bapenda Medan Kenakan Pakaian Adat Simalungun Hadiri Upacara HUT ke-81 RI

Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut

Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut

Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas

Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas

Aswin Parinduri Apresiasi dan Dukung Bobby Lakukan Percepatan Pembangunan di Nias

Aswin Parinduri Apresiasi dan Dukung Bobby Lakukan Percepatan Pembangunan di Nias

Komentar
Berita Terbaru