Isu Penjualan PSDS, Upaya 'Teriak' Minta Tolong Manajemen Soal Keresahan Finansial?
Jejak Isu Serupa
Baca Juga:
Manajer PSDS, Herman Sagita, menyatakan klub terbuka melepas 50–100% saham untuk menutup biaya operasional.
"Kami mau jual saham PSDS. Mau 50 ataupun 100 persen," kata Herman, Juli 2023 silam.
Pada 2024, sejumlah portal lokal memberitakan PSDS tengah kesulitan dana setelah degradasi ke Liga 3.
Lalu 21 Oktober 2025, Isu "PSDS dijual" kembali muncul, kali ini disebut-sebut akan dibeli pihak luar daerah.
Dugaan Motif di Balik Rumor
Beberapa analis dan pengamat sepak bola lokal menilai isu ini bisa muncul karena tiga alasan utama:
Strategi menarik perhatian Pemkab
Isu dijual bisa menjadi "sinyal darurat" agar Pemkab turun tangan membantu dana operasional.
"PSDS butuh biaya besar untuk bertahan di Liga 3, sementara sponsor belum jelas," kata sumber internal PSDS.
Pemkab belum cukup aktif
Ada kesan bahwa Pemkab lebih sering reaktif daripada proaktif. Dukungan finansial daerah minim, sehingga klub mencari perhatian lewat isu publik.
Manajemen terlalu tertutup
Beberapa suporter menilai PSDS enggan secara langsung meminta bantuan Pemkab, memilih "memunculkan isu" agar perhatian datang dengan sendirinya.
Klub Tradisional, Masalah Klasik
PSDS adalah simbol sejarah sepak bola Sumatera Utara—pernah menjuarai Divisi I 1986 dan 2001, namun kini terpuruk ke Liga 3.
Masalah keuangan dan minimnya dukungan struktural membuat klub tradisional seperti PSDS mudah terjebak dalam siklus rumor, klarifikasi, lalu diam kembali.
Tanpa sumber dana tetap atau sponsor besar, isu "dijual" mungkin akan selalu berulang, bukan sebagai niat nyata menjual klub, tetapi sebagai cara berteriak minta tolong.
Sumber: indosport.com, desernews.com, republikbobotoh.com
Fedi Nuril Jadi Pesepakola Tarkam di Film Bapakmu Kiper
Sukses dengan Marapthon, Reza Arap akan Maraton di Piala AFF
Jadi Host Piala Dunia 2026, Evelina Tan Langsung Ganti Gaya Rambut
Rico Waas Optimis Stadion Teladan Medan Siap Jadi Venue Potsial AFF Cup 2026
Kongres Biasa PSSI Sumut Rampung Satu Jam, Program 2026 Dipaparkan Jelas