Rabu, 15 Juli 2026

Jangan Sampai Lupa! Niat Puasa Ramadhan 1447 H Penentu Sah Tidaknya Ibadah

Niat Puasa Ramadhan 1447 H Wajib Diketahui
Sukri - Selasa, 17 Februari 2026 22:00 WIB
Jangan Sampai Lupa! Niat Puasa Ramadhan 1447 H Penentu Sah Tidaknya Ibadah
istimewa
Ilustrasi.
Kitakini.news -Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pemantauan hilal dan musyawarah bersama para ulama serta ormas Islam. Dengan penetapan ini, umat Muslim di seluruh Indonesia bersiap menyambut bulan penuh ampunan dan keberkahan. Lebih cepat sehari, Muhammadiyah akan memulai Ramadhan pada Rabu (18/2/2026) besok.

Seperti yang diketahui, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbarui niat, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Baca Juga:

Niat Puasa: Syarat Sah yang Tak Boleh Terlewat

Dalam fikih, niat menjadi pembeda antara ibadah dan rutinitas biasa. Untuk puasa Ramadhan, niat wajib dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar bagi puasa wajib.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:


Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma syahri Ramadhana lillahi ta'ala.

Arti:
"Aku berniat berpuasa bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."


Para ulama menjelaskan, niat tidak harus dilafalkan keras, karena yang terpenting adalah kesungguhan hati. Namun melafalkannya dapat membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan.


Mandi Menyambut Ramadhan, Sunnah Penuh Makna

Di berbagai daerah, masyarakat mengenal tradisi mandi menjelang Ramadhan. Dalam kajian fikih, mandi ini termasuk amalan sunnah, bukan kewajiban dan bukan syarat sah puasa.


Adapun niat mandi sunnah menyambut Ramadhan sebagai berikut:

Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu ghusla lidukhuli Ramadhana sunnatan lillahi ta'ala.

Arti:
"Aku berniat mandi untuk memasuki Ramadhan, sunnah karena Allah Ta'ala."

Mandi ini dianjurkan dilakukan pada sore atau malam terakhir bulan Sya'ban sebagai simbol penyucian diri, lahir dan batin. Meski demikian, jika tidak dilakukan, puasa tetap sah.


Pesan Langsung Ustadz Abdul Somad: Perbaiki Niat, Bersihkan Hati

Menjelang Ramadhan 1447 H, dai kondang Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS mengingatkan pentingnya menjaga niat sebelum memasuki bulan suci.

Dalam salah satu ceramahnya yang dikutip media, UAS menegaskan:

"Puasa itu sah dengan niat sebelum Subuh. Jangan sampai kita sahur, tapi lupa berniat. Niat itu letaknya di hati," ujarnya.


Beliau juga menjelaskan bahwa tradisi bilal di masjid yang mengingatkan jamaah untuk berniat setelah salat Witir merupakan kebiasaan baik agar umat tidak lalai.

Lebih dari sekadar teknis ibadah, UAS mengajak umat Islam melakukan persiapan spiritual: memperbanyak taubat, menjaga silaturahim, memperdalam ilmu tentang puasa, dan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an.


Terkait perbedaan penetapan awal Ramadhan yang kerap terjadi antara ormas dan pemerintah, UAS menekankan pentingnya sikap dewasa dan persatuan umat. Menurutnya, perbedaan metode hisab dan rukyat adalah ranah ijtihad ulama, sehingga tidak semestinya menjadi sumber perpecahan.


Momentum Penyucian Diri

Ramadhan 1447 H menjadi kesempatan emas untuk kembali menata hati. Niat yang tulus, pemahaman yang benar tentang syariat, serta kesiapan lahir dan batin menjadi bekal utama memasuki bulan suci.

Sebagaimana pesan para ulama, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menahan diri dari dosa, memperbanyak amal, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.


Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, ampunan, dan perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Sumber: Liputan6.com, Radar Tulungagung, Netralnews.com

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mengucapkan Niat Puasa Sebaiknya Malam Hari, Sebelum Makan Sahur, atau Sebelum Imsak?

Mengucapkan Niat Puasa Sebaiknya Malam Hari, Sebelum Makan Sahur, atau Sebelum Imsak?

Komentar
Berita Terbaru