Menang Dramatis, Tottenham Tetap Tersingkir: Luka di Tengah Euforia
Baca Juga:
Bermain di kandang sendiri, Stadion Tottenham Hotspur, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB, Spurs tampil penuh keberanian sejak awal. Dengan defisit besar dari leg pertama, mereka tidak punya pilihan selain menyerang. Alhasil, tekanan tinggi langsung diperagakan untuk memaksa Atletico keluar dari zona nyaman.
Namun demikian, meski tampil impresif dan akhirnya menang 3-2, hasil tersebut tetap tidak cukup. Kekalahan 2-5 pada leg pertama menjadi beban yang terlalu berat untuk dikejar, sehingga Tottenham harus menerima kenyataan pahit tersingkir dengan agregat 5-7.
Pertandingan berlangsung terbuka dan penuh tensi. Tottenham lebih dulu memimpin melalui Randal Kolo Muani pada menit ke-30, yang sekaligus membakar semangat kebangkitan tuan rumah.
Akan tetapi, memasuki babak kedua, Julian Alvarez segera menyamakan kedudukan. Gol tersebut sempat meredam momentum Spurs.
Tak butuh waktu lama, Xavi Simons mengembalikan keunggulan Tottenham, memberi harapan baru bagi publik stadion. Meski begitu, Atletico kembali menunjukkan efektivitasnya lewat gol David Hancko yang membuat skor kembali imbang.
Akhirnya, di penghujung laga, Simons mencetak gol keduanya melalui titik penalti. Tottenham menang 3-2, namun kemenangan itu terasa pahit karena agregat tetap berpihak pada tim tamu.
Di satu sisi, Tottenham tampil agresif, berani, dan penuh determinasi. Mereka mendominasi penguasaan bola dan terus menekan sepanjang laga. Sebaliknya, Atletico Madrid bermain lebih pragmatis.
Mereka tidak terlalu dominan, tetapi sangat efektif dalam memanfaatkan peluang. Strategi ini terbukti krusial, terutama karena mereka sudah mengantongi keunggulan besar dari leg pertama. Dengan kata lain, Tottenham memenangkan pertandingan malam itu, namun Atletico memenangkan keseluruhan pertarungan.
Jika ditarik ke belakang, kegagalan Spurs sebenarnya berakar dari leg pertama. Kekalahan dengan selisih tiga gol membuat mereka harus bekerja ekstra keras di leg kedua.
Meski demikian, kebangkitan di kandang sendiri menunjukkan bahwa Tottenham memiliki kualitas untuk bersaing. Hanya saja, selisih gol yang terlalu jauh membuat upaya tersebut terasa datang terlambat.
Sumber: Reuters, ANTARA, Bola.net, Medcom.id, The Guardian
Spurs Selangkah Lagi Dapatkan Cody Gakpo, Liverpool Mulai Dihubungi
Duel Pramusim, Manchester City Bangkit, Taklukkan Atletico Madrid 3-1
Manchester United Diuji Juara Eropa PSG pada Laga Pramusim
Tak Tepis Bola Saat Adu Penalti, Safonov Tetap Jadi Pembawa Hoki PSG Juara Liga Champions
Luis Enrique Ungkap Rahasia PSG Pertahankan Takhta Liga Champions