Minggu, 04 Oktober 2026

Menang Dramatis, Tottenham Tetap Tersingkir: Luka di Tengah Euforia

Tottenham Menang Dramatis, Namun Tersingkir dari Liga Champions
Sukri - Kamis, 19 Maret 2026 10:00 WIB
Menang Dramatis, Tottenham Tetap Tersingkir: Luka di Tengah Euforia
istimewa
Starting line-up Spurs menghadapi Atletico Madrid.Foto: spursofficial/Instagram)
Kitakini.news -Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA menghadirkan ironi yang menyakitkan bagi Tottenham Hotspur. Di satu sisi, mereka berhasil menutup laga dengan kemenangan; di sisi lain, mimpi melangkah lebih jauh justru berakhir di malam yang sama.

Baca Juga:

Bermain di kandang sendiri, Stadion Tottenham Hotspur, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB, Spurs tampil penuh keberanian sejak awal. Dengan defisit besar dari leg pertama, mereka tidak punya pilihan selain menyerang. Alhasil, tekanan tinggi langsung diperagakan untuk memaksa Atletico keluar dari zona nyaman.


Namun demikian, meski tampil impresif dan akhirnya menang 3-2, hasil tersebut tetap tidak cukup. Kekalahan 2-5 pada leg pertama menjadi beban yang terlalu berat untuk dikejar, sehingga Tottenham harus menerima kenyataan pahit tersingkir dengan agregat 5-7.


Pertandingan berlangsung terbuka dan penuh tensi. Tottenham lebih dulu memimpin melalui Randal Kolo Muani pada menit ke-30, yang sekaligus membakar semangat kebangkitan tuan rumah.

Akan tetapi, memasuki babak kedua, Julian Alvarez segera menyamakan kedudukan. Gol tersebut sempat meredam momentum Spurs.


Tak butuh waktu lama, Xavi Simons mengembalikan keunggulan Tottenham, memberi harapan baru bagi publik stadion. Meski begitu, Atletico kembali menunjukkan efektivitasnya lewat gol David Hancko yang membuat skor kembali imbang.


Akhirnya, di penghujung laga, Simons mencetak gol keduanya melalui titik penalti. Tottenham menang 3-2, namun kemenangan itu terasa pahit karena agregat tetap berpihak pada tim tamu.


Di satu sisi, Tottenham tampil agresif, berani, dan penuh determinasi. Mereka mendominasi penguasaan bola dan terus menekan sepanjang laga. Sebaliknya, Atletico Madrid bermain lebih pragmatis.


Mereka tidak terlalu dominan, tetapi sangat efektif dalam memanfaatkan peluang. Strategi ini terbukti krusial, terutama karena mereka sudah mengantongi keunggulan besar dari leg pertama. Dengan kata lain, Tottenham memenangkan pertandingan malam itu, namun Atletico memenangkan keseluruhan pertarungan.


Jika ditarik ke belakang, kegagalan Spurs sebenarnya berakar dari leg pertama. Kekalahan dengan selisih tiga gol membuat mereka harus bekerja ekstra keras di leg kedua.


Meski demikian, kebangkitan di kandang sendiri menunjukkan bahwa Tottenham memiliki kualitas untuk bersaing. Hanya saja, selisih gol yang terlalu jauh membuat upaya tersebut terasa datang terlambat.

Sumber: Reuters, ANTARA, Bola.net, Medcom.id, The Guardian

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Persib Bungkam FC Seoul di Korea, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Maung Bandung

Persib Bungkam FC Seoul di Korea, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Maung Bandung

Persib Hadapi Ujian Berat di Seoul, FC Seoul Siap Beri Tekanan Sejak Awal

Persib Hadapi Ujian Berat di Seoul, FC Seoul Siap Beri Tekanan Sejak Awal

Fabregas Usai Como Gulung RB Leipzig 4-1: Malam Bersejarah di Liga Champions

Fabregas Usai Como Gulung RB Leipzig 4-1: Malam Bersejarah di Liga Champions

Manchester United Hancurkan Sabah FK, Carrick Puas

Manchester United Hancurkan Sabah FK, Carrick Puas

Napoli 0-1 Arsenal, Odegaard Jadi Pahlawan di Maradona

Napoli 0-1 Arsenal, Odegaard Jadi Pahlawan di Maradona

PSG Hancurkan Slovan 6-1, Ferran Torres Menggila

PSG Hancurkan Slovan 6-1, Ferran Torres Menggila

Komentar
Berita Terbaru