Mikel Arteta Emosional Arsenal Juara Liga: Ini Untuk Mereka yang Bekerja Tanpa Terlihat
Baca Juga:
Atmosfer penuh emosi langsung menyelimuti kubu Arsenal. Tangis haru, pelukan antarpemain, hingga sorak kegembiraan para suporter menjadi gambaran malam bersejarah bagi klub yang terakhir kali menjuarai liga pada musim 2003/2004. Keberhasilan ini sekaligus menandai pencapaian terbesar Arsenal di era kepelatihan Mikel Arteta.
Bagi Arteta, gelar ini terasa begitu personal. Sejak mengambil alih kursi pelatih pada akhir 2019, pelatih asal Spanyol tersebut harus menghadapi tekanan besar, kritik tajam, hingga keraguan soal arah proyek pembangunan tim. Arsenal sempat tiga kali gagal dalam perburuan gelar, tetapi musim ini semuanya berubah.
Dalam komentar emosionalnya setelah Arsenal memastikan gelar Liga Inggris 2025/2026, Arteta menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan panjang seluruh elemen klub.
"Kami melewati masa-masa yang sangat sulit untuk berada di titik ini. Ada begitu banyak orang di klub ini yang bekerja tanpa pernah terlihat, dan malam ini kemenangan itu milik mereka juga," ujar Arteta.
Menurutnya, kesuksesan Arsenal tidak hadir secara instan. Ia menilai perjalanan menuju gelar dibangun lewat budaya kerja, kesabaran, dan keyakinan kuat di ruang ganti.
Pelatih berusia 44 tahun itu juga mengungkap bagaimana kegagalan pada musim-musim sebelumnya justru menjadi bahan bakar penting bagi timnya untuk berkembang lebih matang.
"Semua rasa sakit dari musim-musim sebelumnya membentuk karakter tim ini. Ketika kami kehilangan poin, ketika banyak orang mulai meragukan kami, para pemain tidak menyerah. Mereka terus bekerja, tetap percaya pada ide yang sama, dan hari ini mereka mendapatkan balasannya," kata Arteta.
Komentar Mikel Arteta usai Arsenal juara Liga Inggris juga menyoroti mentalitas skuad muda The Gunners. Ia memuji para pemain yang mampu menghadapi tekanan besar dalam persaingan gelar melawan Manchester City.
"Tim ini luar biasa. Mereka belajar menghadapi rasa takut, belajar bermain dengan tekanan, dan tetap menunjukkan keberanian. Untuk menjadi juara liga seperti Premier League, Anda harus punya kualitas, tetapi yang lebih penting adalah mentalitas. Para pemain menunjukkan itu sepanjang musim," ucapnya.
Tak hanya pemain, Arteta memberikan penghormatan khusus kepada para pendukung Arsenal yang tetap memberikan dukungan ketika klub berada di periode sulit.
"Para penggemar pantas mendapatkan malam seperti ini. Mereka selalu bersama kami. Bahkan ketika hasil tidak berjalan baik, stadion tetap penuh, dukungan tidak pernah berhenti. Saya bisa merasakan energi mereka setiap hari. Gelar ini juga milik mereka," lanjut mantan kapten Arsenal tersebut.
Momen juara Arsenal terasa semakin spesial karena mereka sukses mematahkan dominasi Manchester City yang dalam beberapa musim terakhir begitu sulit digeser dari takhta Liga Premier Inggris. Arsenal kini mengoleksi 14 gelar kasta tertinggi sepak bola Inggris dan kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar di Inggris.
Meski pesta juara sudah dimulai, Arteta memastikan fokus tim belum selesai. Arsenal masih memburu sejarah lain di pentas Eropa dengan menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions akhir Mei mendatang.
Sumber: Reuters, The Guardian, Sky Sports, SPORTbible, Citi Sports, UEFA.
Dari Bournemouth ke Anfield, Iraola Hadapi Tantangan Raksasa
Fans Liverpool Bersiap! Iraola Segera Ambil Alih Anfield
Tak Tepis Bola Saat Adu Penalti, Safonov Tetap Jadi Pembawa Hoki PSG Juara Liga Champions
Luis Enrique Ungkap Rahasia PSG Pertahankan Takhta Liga Champions
PSG Pertahankan Takhta Liga Champions, Arsenal Menangis di Budapest