Berani Lawan Usyk! Ini Sosok Verhoeven yang Nekat Tantang Raja Tinju Kelas Berat
Bagi penonton tinju murni, nama Verhoeven mungkin belum setenar Tyson Fury atau Anthony Joshua. Namun di dunia kickboxing, petarung asal Belanda itu merupakan salah satu figur paling dominan dalam sejarah kelas berat.
Baca Juga:
Lahir di Bergen op Zoom, Belanda, 10 April 1989, Ricardo "Rico" Verhoeven tumbuh di lingkungan bela diri. Ayahnya, Nico Verhoeven, merupakan instruktur karate dan memperkenalkannya pada latihan sejak usia dini. Dari sana, Verhoeven membangun reputasi sebagai petarung dengan perpaduan ukuran tubuh besar, disiplin tinggi, dan teknik striking komplet.
Karier profesionalnya dimulai pada 2004. Ia sempat bertarung di berbagai organisasi, termasuk K-1, It's Showtime, SUPERKOMBAT, sebelum mencapai puncak bersama GLORY Kickboxing.
Menjadi Raja Kelas Berat GLORY
Titik balik karier Verhoeven datang pada 21 Juni 2014. Saat itu ia mengalahkan Daniel Ghiță melalui keputusan mutlak untuk merebut gelar GLORY Heavyweight Champion. Kemenangan tersebut menjadi awal salah satu era dominasi paling panjang dalam olahraga tarung modern.
Setelah menjadi juara, Verhoeven mempertahankan sabuknya melawan sederet nama besar seperti Errol Zimmerman (2015), Benjamin Adegbuyi (2015), Mladen Brestovac (2016), Anderson Silva (2016), Badr Hari (2016 dan 2019), Jamal Ben Saddik (2017, 2021), Levi Rigters (2024), hingga Artem Vakhitov pada GLORY 100 tahun 2025.
Dominasi itu membuatnya dijuluki "King of Kickboxing". Statistiknya pun berbicara keras: 66 kemenangan dari 76 pertarungan kickboxing, rekor pertahanan gelar terbanyak di divisi heavyweight GLORY, serta lebih dari satu dekade bercokol di level elite dunia.
Masih Aktif atau Sudah Pensiun?
Rico Verhoeven bukan atlet yang sudah pensiun. Namun statusnya berubah besar menjelang duel melawan Usyk. Setelah mempertahankan gelar melawan Artem Vakhitov pada Juni 2025, Verhoeven memutuskan meninggalkan takhtanya di GLORY dengan tidak memperpanjang kontrak dan melepas sabuk heavyweight pada November 2025. Langkah itu menandai berakhirnya era panjangnya sebagai penguasa GLORY, tetapi bukan akhir karier bertarungnya. Kini, di usia 37 tahun, Verhoeven memilih membuka babak baru sebagai petinju profesional.
Kenapa Verhoeven Menantang Usyk?
Banyak pihak mempertanyakan keputusan Verhoeven menerima duel melawan Usyk petinju raja kelas berat sejati, peraih emas olimpiade, juara dunia tak terkalahkan, dan salah satu heavyweight terbaik era modern.
Namun bagi Verhoeven, justru di situlah daya tarik utamanya.
"Saya suka tantangan," kata Verhoeven menjelang pertarungan di Mesir.
Menariknya, Verhoeven mengungkapkan dirinya sempat memiliki opsi menuju MMA, bahkan mempertimbangkan jalur UFC. Namun ia akhirnya memilih arena tinju dan menghadapi Usyk karena melihat kesempatan tersebut sebagai tantangan terbesar sekaligus panggung global yang sulit ditolak.
Ia juga datang dengan keyakinan besar meski hanya menjalani pertarungan tinju profesional kedua dalam hidupnya.
"Saya ingin mengejutkan dunia," ujar Verhoeven.
Rekor Tinju dan Bayaran Duel Lawan Usyk
Berbeda dengan rekam jejak kickboxing-nya yang sangat panjang, pengalaman tinju profesional Verhoeven tergolong minim.
Sebelum menghadapi Usyk, ia baru memiliki satu laga tinju profesional, menang KO ronde kedua atas János Finfera di Jerman pada 2014. Duel melawan Usyk akan menjadi pertarungan tinju profesional keduanya.
Soal bayaran pertarungan, hingga menjelang duel di Mesir belum ada angka resmi yang diumumkan promotor atau kubu petarung terkait purse final Verhoeven maupun Usyk.
Namun nilai komersial laga ini diperkirakan sangat besar mengingat duel digelar di kawasan Piramida Giza, disiarkan global melalui platform pay-per-view, dan memperebutkan sabuk WBC kelas berat.
Bagi Rico Verhoeven, pertarungan ini bukan sekadar soal uang atau popularitas. Ini adalah usaha seorang raja kickboxing untuk membuktikan bahwa dirinya mampu melampaui batas disiplin olahraga dan berdiri sejajar dengan salah satu nama terbesar dunia tinju.
Sumber: wikipedia.org, mmafighting.com, www.reuters.com
Anthony Joshua Bangkit Setelah Dipukul Jatuh, Pukul KO Prenga Ronde Berikutnya
Jon Jones Buka Peluang Lawan Oleksandr Usyk, Antarkan Sang Juara Pensiun?
Parlemen Eropa Desak Investigasi Infantino, Mesir Gugat FIFA Usai Kontroversi Argentina
Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Memanas, Keputusan VAR dan Polemik Balogun Kembali Menguji Kredibilitas FIFA
Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan