Dmitry Bivol Wajib Lewati Eifert, Duel Trilogi Kontra Beterbiev Sudah Menanti
Sorotan publik tertuju pada Bivol yang kembali naik ring setelah lebih dari setahun absen akibat cedera. Pemilik rekor 24 kemenangan dan satu kekalahan itu berusaha mempertahankan gelarnya sekaligus menjaga peluang menghadapi Beterbiev untuk ketiga kalinya.
Baca Juga:
Rivalitas Bivol dan Beterbiev menjadi salah satu yang paling menarik dalam tinju modern. Pada pertemuan pertama, Beterbiev keluar sebagai pemenang melalui keputusan mayoritas dan menyatukan sabuk juara dunia kelas berat ringan. Namun, Bivol membalas kekalahan tersebut pada duel ulang tahun 2025 untuk merebut kembali supremasi divisi.
Hasil itu membuat skor rivalitas mereka imbang 1-1 dan memunculkan tuntutan besar dari publik agar trilogi segera digelar.
Meski demikian, sebelum memikirkan Beterbiev, Bivol harus lebih dulu menyelesaikan urusannya dengan Michael Eifert. Petinju Jerman itu telah lama menyandang status penantang wajib IBF sejak mengalahkan mantan juara dunia Jean Pascal pada 2023.
Pelatih Bivol, Gennady Mashianov, menegaskan timnya tidak ingin mengalihkan fokus ke pertarungan lain sebelum menghadapi Eifert.
"Pertarungan ketiga melawan Beterbiev tentu masih ada dalam rencana. Namun sekarang kami fokus pada lawan yang ada di depan. Setelah pertarungan ini selesai, baru kami akan mempertimbangkan langkah berikutnya," kata Mashianov.
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa laga trilogi melawan Beterbiev tetap menjadi target besar jika Bivol mampu mempertahankan gelarnya akhir pekan ini.
Di sisi lain, Eifert datang tanpa beban. Petinju berusia 28 tahun itu akhirnya mendapatkan kesempatan perebutan gelar dunia setelah menunggu hampir tiga tahun. Ia sadar banyak pihak menganggap dirinya hanya batu loncatan menuju duel akbar Bivol versus Beterbiev III.
Namun Eifert menolak peran tersebut dan bertekad merusak semua rencana.
"Saya sudah menunggu kesempatan ini sangat lama. Saya siap menghadapi tantangan terbesar dalam karier saya dan menunjukkan bahwa saya layak berada di level ini," ujar Eifert.
Meski tak sepopuler Bivol, Eifert memiliki rekor profesional yang solid dan belum pernah merasakan kekalahan di level profesional. Hal itu membuatnya tetap berpotensi menjadi ancaman bagi sang juara.
Sementara itu, kubu Beterbiev terus memantau perkembangan situasi. Mantan juara tak terbantahkan tersebut sebelumnya mengisyaratkan keinginannya untuk menyelesaikan rivalitas dengan Bivol melalui pertarungan ketiga.
Promotor dan pengamat tinju meyakini trilogi Bivol-Beterbiev akan menjadi salah satu pertarungan terbesar yang bisa dibuat di divisi kelas berat ringan saat ini. Namun semua skenario tersebut bergantung pada hasil akhir di Yekaterinburg.
Jika Bivol menang, jalan menuju duel pemecah kebuntuan melawan Beterbiev akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika Eifert mampu menciptakan kejutan, seluruh rencana besar yang sudah disusun bisa berubah total. Untuk saat ini, Bivol memilih tidak memikirkan masa depan terlalu jauh.
"Kami fokus pada Michael Eifert dan tidak memikirkan siapa pun yang datang setelahnya," tegas Mashianov.
Usyk Lepas Semua Sabuk Juara, Isyaratkan Segera Pensiun: Akan ada Last Dance
Ninja Dagestan Asadula Ditantang Petarung Muaythai Uzbekistan Rebut Sabuk Juara
Dmitry Bivol Dominan Atas Eifert, Tapi Masih Bungkam Soal Trilogi Beterbiev
Rematch Usyk vs Rico Verhoeven Makin Panas, Belanda Disebut Jadi Tuan Rumah
Oleksandr Usyk Balas Kritik Duel Rico dengan Santai: Guys, Ayolah!