Ceko dan Afrika Selatan Berebut Peluang Bertahan di Piala Dunia 2026
Tekanan lebih dulu menghampiri kubu Ceko setelah mereka tumbang 1-2 dari Korea Selatan pada pertandingan pertama. Di sisi lain, Afrika Selatan juga pulang dengan tangan hampa usai dikalahkan tuan rumah Meksiko 0-2. Kondisi tersebut membuat kedua tim terjebak di papan bawah klasemen sementara dan membutuhkan hasil positif untuk menghindari situasi yang semakin sulit.
Baca Juga:
Pelatih Ceko, Miroslav Koubek, menilai Afrika Selatan kemungkinan akan menampilkan pendekatan yang berbeda dibanding saat menghadapi Meksiko. Menurutnya, Bafana Bafana memiliki karakter permainan yang cukup fleksibel dan tidak mudah ditebak.
"Kami memperkirakan mereka akan bermain berbeda," ujar Koubek menjelang pertandingan.
Pelatih senior berusia 74 tahun itu mengaku timnya berada dalam kondisi siap tempur meski tekanan pertandingan sangat besar. Baginya, laga melawan Afrika Selatan merupakan kesempatan untuk membuktikan kualitas Ceko setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan pertama.
Sementara itu, kubu Afrika Selatan datang dengan motivasi besar untuk bangkit. Pelatih Hugo Broos menjadi sorotan setelah taktik yang diterapkannya saat menghadapi Meksiko menuai kritik dari berbagai pihak. Namun pelatih asal Belgia tersebut menegaskan dirinya tidak akan mengubah prinsip yang selama ini diyakini.
"Saya sudah melatih selama 40 tahun dan akan tetap melakukan apa yang saya yakini," kata Broos.
Ia menyadari kemenangan menjadi target wajib jika Afrika Selatan ingin tetap memiliki peluang bersaing di Grup A. Karena itu, Broos meminta para pemainnya melupakan hasil buruk pada laga pembuka dan fokus sepenuhnya menghadapi Ceko.
Tantangan Afrika Selatan semakin berat karena mereka harus kehilangan beberapa pemain akibat hukuman kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Situasi tersebut memaksa Broos melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain maupun strategi yang akan diterapkan.
Di atas kertas, Ceko sedikit lebih diunggulkan. Tim Eropa tersebut memiliki pengalaman lebih banyak di level internasional serta didukung sejumlah pemain berpengalaman. Ketajaman Patrik Schick di lini depan diprediksi menjadi salah satu senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan.
Selain itu, Ceko dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin, terutama dalam situasi bola mati yang kerap menjadi sumber gol mereka. Koubek juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan permainan agar timnya tidak kembali kehilangan fokus seperti saat menghadapi Korea Selatan.
Meski demikian, Afrika Selatan tetap memiliki potensi menghadirkan kejutan. Kecepatan para pemain sayap dan semangat juang tinggi menjadi modal utama Bafana Bafana untuk menandingi permainan fisik yang diperagakan Ceko.
Pertandingan diperkirakan berlangsung sengit sejak menit pertama. Ceko kemungkinan akan berusaha menguasai permainan melalui dominasi lini tengah dan bola-bola langsung ke area pertahanan lawan. Sebaliknya, Afrika Selatan diprediksi mengandalkan transisi cepat dan serangan balik untuk menciptakan peluang.
Dengan Meksiko dan Korea Selatan sudah mengoleksi kemenangan pada laga pertama, tambahan satu poin saja kemungkinan belum cukup membantu kedua tim. Karena itu, pertandingan ini berpotensi berlangsung terbuka karena baik Ceko maupun Afrika Selatan sama-sama membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di Piala Dunia 2026.
Sumber: Reuters, FIFA.com, Opta Analyst, Goal South Africa
Inggris Taklukkan Republik Ceko 2-0, Tuchel Temukan Respons Positif The Three Lions
Tilang Manual Dinilai Efektif Mendorong Pengendara Sepeda Motor Taat Gunakan Helm di Kota Padangsidimpuan
Neymar Jr Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Saya Memberikan Darah, Hidup Saya untuk Selecao
Zinedine Zidane Terharu Pimpin Timnas Prancis, Sengaja Tolak Tawaran Klub Demi Les Bleus
Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, FIGC Akhiri Drama Pencarian Pelatih