Manel Kape Bertekad Balas Kekalahannya dan Murid Khabib Lawan Petarung Jepang Tangguh
Kitakini.news - Pertarungan panas kelas terbang (flyweight) UFC kembali mempertemukan dua nama berbahaya dan berada di papan atas peringkat. Manel Kape, peringkat ke-dua penantang, melawan Kyoji Horiguchi, peringkat ke-lima. Duel di Meta APEX Las Vegas, Nevada, 20 Juni, 2026, atau Minggu (21/6/2026) mulai pagi WIB.ini menjadi salah satu laga paling dinantikan karena membawa cerita dendam lama dan ambisi menuju perebutan sabuk juara.
Baca Juga:
Kape dan Horiguchi akan bertemu dalam laga utama UFC Vegas 119. Pertarungan ini merupakan rematch atau pertarungan ulang, setelah pertemuan pertama mereka pada 2017 di ajang RIZIN. Saat itu, Horiguchi berhasil mengalahkan Kape melalui submission. Hampir sembilan tahun berlalu, keduanya kembali dengan versi yang jauh berbeda, di bawah platform bela diri campuran atau MMA terbesar, UFC.
Pertarungan itu sekaligus juga menjadi ajang revans bagi Tagir Ulanbekov, rekan dan murid Khabib Nurmagomedov, mantan juara kelas ringan UFC tak terkalahkan, yang sekaligus menjadi panutan Kape. Kekalahan menyakitkan Ulanbekov atas Horiguchi terjadi November 2025 lalu dengan kuncian (submission) di ronde ke-tiga.
Kape (22-7-0) datang sebagai salah satu striker paling eksplosif di divisi flyweight. Petarung asal Angola berkewarganegaraan Portugal itu memilih tetap aktif bertarung dibanding menunggu kesempatan untuk perebutan gelar.
Sementara Horiguchi membawa pengalaman panjang sebagai mantan juara RIZIN dan salah satu petarung paling teknis di divisi tersebut. Delapan kemenangan beruntun terakhir membuat namanya kembali masuk dalam pembicaraan perebutan gelar UFC.
Jelang pertarungan, Kape yang memiliki tiga kemenangan beruntun menegaskan bahwa kekalahan pertama dari Horiguchi tidak lagi menggambarkan dirinya saat ini. Kape menganggap dirinya sudah berkembang jauh dibanding pertemuan pertama mereka.
"Saya bukan orang yang sama seperti saat itu. Saya berkembang, saya belajar, dan saya datang untuk menunjukkan siapa saya sekarang," ucapnya.
Kape juga menjelaskan alasannya menerima pertarungan besar ini meski peluang menuju perebutan sabuk sudah terbuka.
"Saya ingin tetap bertarung. Saya ingin menghadapi yang terbaik dan membuktikan saya pantas berada di level juara," ucapnya.
Di sisi lain, Horiguchi (36-5-0 dan 1 NC) tidak menganggap kemenangan masa lalu sebagai jaminan. Ia sadar Kape yang sekarang jauh lebih berbahaya dibanding beberapa tahun lalu. Petarung Jepang tersebut tetap menghormati perkembangan lawannya dan mempersiapkan diri menghadapi tekanan besar dari Kape.
"Dia sudah berkembang, dia menjadi lebih kuat dan lebih berbahaya. Saya harus tampil sempurna," ucap petarung asal Jepang itu.
Horiguchi dikenal dengan kemampuan membaca permainan lawan, pergerakan cepat, serta kemampuan grappling yang menjadi senjata utamanya. Kemenangan atas Kape sebelumnya menjadi modal mental, tetapi ia tahu duel kedua akan menjadi tantangan berbeda.Tetapi, modalnya cukup. Mengoleksi lima kemenangan beruntun membuatnya bukan lawan yang mudah bagi Manel.
Bagi Horiguchi, selain bisa membuatnya semakin dekat paa perebutan gelar, kemenangan atas Manel Kape juga akan membuatnya mengalahkan tiga petarung Dominance MMA, wadah manajemen petarung milik Ali Abdelaziz. Setelah mengalahkan Ulanbekov, dia juga mengalahkan Amir Albazi, petarung Dominance MMA dengan angka mutlak.
Sumber: MMA Fighting, MMA Mania
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027
5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev
Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330
Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi