Inggris di Ambang Juara Grup, Kroasia dan Ghana Bertarung Hidup-Mati
Kitakini.news- Matchday terakhir Grup L Piala Dunia 2026 menghadirkan dua pertandingan yang akan menentukan nasib seluruh penghuni grup. Di satu sisi, Inggris hanya perlu menyelesaikan tugasnya saat menghadapi Panama untuk mengamankan posisi puncak klasemen. Di sisi lain, Kroasia dan Ghana akan saling berhadapan dalam duel yang nyaris setara dengan laga final karena hasil pertandingan itu akan menentukan siapa yang melangkah ke babak gugur dan siapa yang harus mengakhiri perjalanan di turnamen.
Baca Juga:
Setelah dua pertandingan pertama, Inggris memimpin Grup L dengan empat poin, unggul selisih gol atas Ghana yang juga mengoleksi empat angka. Kroasia membuntuti di posisi ketiga dengan tiga poin, sementara Panama sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun. Dengan situasi tersebut, persaingan kini hanya menyisakan tiga tim untuk memperebutkan dua tiket lolos serta status juara grup.
Inggris Diunggulkan Sempurnakan Langkah
Inggris datang ke laga terakhir dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengawali turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Ghana. Hasil itu membuat pasukan asuhan Thomas Tuchel berada di posisi yang sangat menguntungkan.
Menghadapi Panama yang sudah kehilangan peluang lolos di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (28/6//2026I) dini hari pukul 03.00 WIB, The Three Lions menjadi favorit kuat. Meski demikian, mereka diperkirakan tidak akan melakoni pertandingan mudah.
Di bawah arahan Thomas Christiansen, Panama dikenal memiliki organisasi pertahanan yang disiplin. Mereka selalu kalah tipis 0-1 dari Ghana dan Kroasia, menunjukkan bahwa meski gagal mencetak gol, mereka mampu menyulitkan lawan sepanjang pertandingan.
Panama dipastikan gagal lolos akibat aturan baru FIFA yang mengutamakan rekor pertemuan langsung sebagai penentu klasemen ketika poin sama. Meski demikian, Christiansen menegaskan timnya tetap ingin menutup turnamen dengan hasil positif.
Secara matematis, Inggris akan lolos apabila meraih kemenangan atau hasil imbang. Bahkan jika kalah, mereka masih berpeluang melaju apabila Ghana mampu mengalahkan Kroasia. Namun untuk memastikan diri sebagai juara Grup L tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain, kemenangan atas Panama menjadi target utama.
Kroasia dan Ghana, Final Sebelum Final
Sementara Inggris berada dalam posisi nyaman, cerita berbeda tersaji pada laga Kroasia melawan Ghana.
Pertandingan di Stadion GEODIS Park dipastikan menjadi duel hidup-mati. Ghana mengoleksi empat poin setelah menang 1-0 atas Panama dan bermain imbang melawan Inggris. Sementara Kroasia baru memiliki tiga poin setelah kalah dari Inggris sebelum bangkit mengalahkan Panama 1-0.
Kroasia wajib menang apabila ingin memastikan tiket ke babak gugur. Sebaliknya, Ghana hanya membutuhkan hasil imbang untuk mempertahankan posisi mereka di dua besar klasemen.
Pelatih Kroasia Zlatko Dalić mengakui timnya belum tampil maksimal sepanjang fase grup. Kekalahan dari Inggris menjadi pelajaran penting sebelum mereka bangkit saat menghadapi Panama.
Veteran Kroasia, Ivan Perišić, optimistis timnya mampu melewati ujian terakhir. Ia menilai pengalaman Kroasia menghadapi tim-tim Afrika bisa menjadi modal berharga.
"Kami tahu Ghana adalah tim yang disiplin dan sulit ditembus. Kami harus meningkatkan level permainan kami sendiri jika ingin lolos," kata Perišić.
Di kubu Ghana, pertahanan menjadi kekuatan utama. Black Stars belum sekali pun kebobolan sepanjang dua pertandingan pertama dan berpeluang mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang mampu membukukan tiga clean sheet pada fase grup Piala
Skenario Lolos Grup L
Persaingan Grup L masih terbuka dengan berbagai kemungkinan. Inggris lolos jika menang atau seri. Mereka menjadi juara grup apabila menang dan Ghana gagal menang, atau jika kedua tim sama-sama menang namun Inggris unggul dalam penentuan klasemen.
Ghana lolos jika menang atau seri. Ghana akan menjadi juara grup apabila mengalahkan Kroasia dan Inggris gagal mengalahkan Panama.
Kroasia hanya memiliki satu pilihan, yakni mengalahkan Ghana. Hasil imbang atau kalah akan membuat Luka Modrić dan kawan-kawan tersingkir.
Panama sudah dipastikan gagal lolos, tetapi tetap memburu poin pertama sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia edisi 2026.
Pertarungan yang Menentukan Arah Babak Gugur
Bagi Inggris, kemenangan akan membuat langkah menuju fase gugur terasa lebih nyaman karena mereka berstatus juara grup. Posisi tersebut berpotensi menghadapkan mereka dengan lawan yang lebih ringan dibanding finis sebagai runner-up.
Sebaliknya, bagi Kroasia dan Ghana, pertandingan terakhir menjadi penentuan segalanya. Kroasia mengandalkan pengalaman generasi emas yang dipimpin Luka Modrić dan Perišić, sedangkan Ghana membawa kepercayaan diri berkat pertahanan kokoh yang belum pernah ditembus lawan.
Ketika peluit panjang dibunyikan, Grup L akan menghasilkan dua kisah berbeda. Satu tim akan merayakan status juara grup, satu tim lagi menyusul ke babak gugur, sementara tim yang kalah dalam duel Kroasia kontra Ghana harus menerima kenyataan mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Sumber: FIFA, Reuters, The Guardian, Squawka.
Spanyol Terlalu Tangguh, Austria Tak Berkutik di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
La Roja Diuji! Austria Siap Gagalkan Misi Spanyol ke 16 Besar
Bosnia Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, Amerika Serikat Melaju ke 16 Besar
Nyaris Tersingkir, Belgia Balikkan Keadaan dan Hancurkan Mimpi Senegal
Comeback Dramatis! Harry Kane Brace Antar Inggris Singkirkan RD Kongo