Rabu, 19 Agustus 2026

Pep Guardiola Bongkar Sisi Gelap di Manchester City: Marah kepada Haaland hingga Bicara Perceraian

Sisi Gelap Pep Guardiola di Manchester City Terungkap
Sukri - Rabu, 19 Agustus 2026 16:00 WIB
Pep Guardiola Bongkar Sisi Gelap di Manchester City: Marah kepada Haaland hingga Bicara Perceraian
istimewa
Pep Guardiola.

Kitakininews.co.id - Sisi lain Pep Guardiola selama menjalani musim-musim terakhirnya bersama Manchester City mulai terungkap. Bukan hanya soal taktik dan trofi, dokumenter A Beautiful Obsession memperlihatkan tekanan emosional, konflik ruang ganti, hingga persoalan pribadi yang turut memengaruhi sang pelatih.

Baca Juga:

Serial dokumenter empat episode tersebut mengikuti dua musim terakhir Guardiola di Manchester City dan memberikan akses ke sejumlah momen di ruang ganti maupun ruang rapat klub. Serial ini disutradarai Kevin Macdonald dan dijadwalkan tayang eksklusif di Prime Video mulai 19 Agustus 2026.

Salah satu bagian paling menarik adalah ketika Guardiola kehilangan kesabaran setelah Manchester City kalah 0-2 dari Bayer Leverkusen November 2025 di Liga Champions. Dalam pertandingan tersebut, ia melakukan perubahan besar pada komposisi tim dengan membuat hingga 10 pergantian pemain.

Guardiola kemudian menuntut para pemain menunjukkan keberanian dan karakter. Ia bahkan memperingatkan skuadnya agar tidak menjadikan keputusan sang pelatih sebagai alasan untuk kehilangan motivasi.

Pelatih asal Catalunya itu mengakui bahwa keputusan melakukan banyak perubahan pemain juga menjadi bahan evaluasi baginya. Namun, ia tetap menuntut para pemain membuktikan bahwa mereka layak berada di lapangan.

Haaland Jadi Sasaran Kemarahan Guardiolaland Jadi Sasaran Kemarahan Guardiola

Erling Haaland juga mendapat sorotan dalam dokumenter tersebut. Pada jeda final FA Cup melawan Crystal Palace di Wembley, Guardiola terlihat sangat kecewa dengan kontribusi penyerang asal Norwegia itu. Ia mempertanyakan mengapa Haaland tidak menunjukkan perjuangan yang sama seperti ketika menghadapi pemain bertahan lawan.

Guardiola bahkan mengungkapkan penyesalannya karena harus meninggalkan sejumlah pemain dari starting XI demi memberikan tempat kepada Haaland.

Meski demikian, kemarahan tersebut tidak menghapus hubungan personal Guardiola dengan anak asuhnya. Dalam percakapan tersebut, ia tetap menegaskan bahwa dirinya menyayangi Haaland, tetapi tuntutannya sederhana: sang striker harus menunjukkan keinginan untuk memenangkan pertandingan.

Momen itu menggambarkan karakter Guardiola yang selama ini jarang terlihat publik—seorang pelatih yang bisa sangat emosional ketika melihat pemainnya tidak menunjukkan intensitas yang ia harapkan.

Konflik Panas dengan Kyle Walker

Haaland bukan satu-satunya pemain yang pernah berhadapan langsung dengan Guardiola. Kyle Walker juga terlibat dalam perselisihan dengan mantan pelatihnya setelah Manchester City kalah dari Liverpool di Anfield. Perselisihan tersebut bermula dari evaluasi Guardiola terhadap kehilangan bola yang dilakukan pemain bertahan Inggris itu.

Walker merasa namanya terlalu sering disebut dalam berbagai pertemuan tim. Guardiola kemudian menjelaskan bahwa dirinya memberikan perhatian lebih karena Walker saat itu berstatus kapten.

Percakapan tersebut menunjukkan ketegangan yang terjadi di balik layar. Bahkan, Walker kemudian meninggalkan Manchester City setelah periode tersebut.

Dokumenter ini memperlihatkan bagaimana hubungan antara pelatih dan pemain tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika sebuah tim sedang mengalami tekanan besar.

Guardiola Membuka Kisah Perceraian di Depan Pemain

Bagian paling personal muncul ketika Guardiola berbicara kepada para pemain mengenai kehidupan rumah tangganya. Setelah kekalahan dari Juventus, Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya telah berpisah dari Cristina Serra, pasangan yang telah menemaninya selama puluhan tahun.

Ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai refleksi tentang pentingnya gairah dalam menjalani kehidupan. Guardiola meminta para pemainnya tidak hanya mengandalkan kemampuan, tetapi juga bermain dengan passion.

Manel Estiarte, orang kepercayaan Guardiola, mengungkapkan bahwa dirinya melihat perubahan besar pada sang pelatih selama periode tersebut. Menurut Estiarte, para pemain melihat Guardiola sebagai sosok yang sedang menghadapi persoalan pribadi berat.

Dokumenter tersebut menunjukkan bahwa masalah personal Guardiola tidak sepenuhnya terpisah dari pekerjaannya sebagai pelatih. Tekanan kehidupan pribadi dan buruknya performa Manchester City terjadi pada periode yang sama.

Musim Sulit yang Mengubah Guardiola

Musim 2024/25 menjadi salah satu periode paling berat sepanjang karier Guardiola di Manchester City. Tim mengalami penurunan performa yang cukup drastis, sementara Guardiola sendiri menghadapi persoalan pribadi.

The Guardian menggambarkan dokumenter tersebut sebagai gambaran tanpa banyak penyaring mengenai dua musim terakhir Guardiola di City. Film ini memperlihatkan seorang pelatih yang harus menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari hasil pertandingan, ruang ganti, keputusan manajemen hingga kehidupan personal.

Bahkan, keputusan-keputusan Guardiola di lapangan sempat membuat petinggi Manchester City frustrasi. Dokumenter tersebut memperlihatkan percakapan internal yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap salah satu keputusan sang pelatih.

Namun, hubungan itu tidak berakhir dengan keretakan. Guardiola tetap meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh kesuksesan dan 20 trofi.

Guardiola Memilih Pergi

Setelah sepuluh tahun berada di Etihad Stadium, Guardiola akhirnya memutuskan meninggalkan Manchester City. Dalam dokumenter tersebut, ia menjelaskan bahwa keputusan itu bukan semata-mata karena satu alasan tertentu. Guardiola merasa sudah waktunya mencari sesuatu yang berbeda dan memberikan kesempatan kepada dirinya untuk berhenti sejenak.

Ia juga mengisyaratkan bahwa kembali ke dunia kepelatihan setelah masa istirahat mungkin bukan perkara mudah.

Keputusan tersebut sekaligus menutup salah satu era paling sukses dalam sejarah Manchester City. Selama satu dekade, Guardiola mengubah klub tersebut menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa.

Sumber: AS, Prime Video/Amazon, Manchester City, The Guardian, EL PAÍS

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rodri Tiba di Barcelona, Selangkah Lagi Resmi Jadi Pemain Blaugrana

Rodri Tiba di Barcelona, Selangkah Lagi Resmi Jadi Pemain Blaugrana

Duel Pramusim, Manchester City Bangkit, Taklukkan Atletico Madrid 3-1

Duel Pramusim, Manchester City Bangkit, Taklukkan Atletico Madrid 3-1

Manchester City Selangkah Lagi Rekrut Ayyoub Bouaddi, Negosiasi dengan Lille Lanjut

Manchester City Selangkah Lagi Rekrut Ayyoub Bouaddi, Negosiasi dengan Lille Lanjut

Real Madrid Percaya Diri Rekrut Rodri, Kapten Spanyol Disebut Sudah Masuk Kerangka Tim

Real Madrid Percaya Diri Rekrut Rodri, Kapten Spanyol Disebut Sudah Masuk Kerangka Tim

Pep Guardiola Beberkan Kunci Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Pep Guardiola Beberkan Kunci Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Terungkap! Pep Guardiola Nyaris Latih Timnas Inggris, Nasib Piala Dunia Bisa Berbeda

Terungkap! Pep Guardiola Nyaris Latih Timnas Inggris, Nasib Piala Dunia Bisa Berbeda

Komentar
Berita Terbaru