Belgia Hancurkan Turki 3-0, Kevin De Bruyne Menggila! Van Bommel Puji Permainan Tim, Montella Akui Perbedaan Level
Kitakininews.co.id - Timnas Belgia menunjukkan ketajamannya saat menjamu Turki dalam pertandingan UEFA Nations League 2026/2027. Bermain di Stadion Maurice Dufrasne, Liege, Jumat (2/10/2026) malam waktu setempat atau Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB, Belgia mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-0.
Baca Juga:
Kevin De Bruyne menjadi bintang kemenangan The Red Devils setelah mencetak dua gol. Sementara Romelu Lukaku melengkapi pesta gol Belgia melalui golnya setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan efektivitas permainan Belgia ketika menghadapi tekanan Turki. Meski tidak sepenuhnya mendominasi penguasaan bola, pasukan Mark van Bommel mampu memanfaatkan peluang penting untuk menentukan hasil pertandingan.
De Bruyne kembali memperlihatkan pengaruh besarnya dalam permainan Belgia. Gelandang Manchester City tersebut tidak hanya mengatur serangan, tetapi juga menjadi ancaman langsung bagi pertahanan lawan.
Dua golnya membuat Turki kesulitan mengembangkan permainan. Situasi semakin menguntungkan Belgia setelah Lukaku turut mencatatkan namanya di papan skor.
Hasil tersebut membawa Belgia mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan Grup A1. Sebaliknya, Turki masih belum memperoleh poin setelah melewati tiga pertandingan menghadapi Prancis, Italia, dan Belgia.
Pelatih Belgia, Mark van Bommel, mengaku sangat puas dengan kemenangan tersebut. Namun, mantan gelandang Barcelona dan Bayern Munchen itu tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan timnya.
"Kami sangat senang dengan kemenangan 3-0 ini. Tetapi, jika melihat keseluruhan pertandingan, terkadang kami ceroboh ketika menguasai bola," kata Van Bommel seusai pertandingan.
Ia juga menggambarkan jalannya pertandingan sebagai permainan yang berlangsung bolak-balik seperti pingpong.
"Turki mendapatkan peluang besar. Kami terlalu lama membiarkan mereka tetap berada dalam pertandingan," ujarnya.
Van Bommel menilai Belgia sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mengendalikan pertandingan dengan lebih baik. Menurutnya, kombinasi Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, dan Hans Vanaken memberikan kualitas penguasaan bola yang dibutuhkan tim.
"Para pemain menjalankan apa yang kami minta. Kombinasi ini memberikan penguasaan bola, dan aksi gol kedua memperlihatkannya," jelas Van Bommel.
Pelatih asal Belanda tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada Lukaku. Striker yang kini memperkuat Fenerbahce itu dinilai membutuhkan tambahan menit bermain untuk mencapai kondisi terbaiknya.
Sementara itu, pelatih Turki, Vincenzo Montella, menerima hasil pertandingan dengan sikap realistis. Ia menolak menyalahkan para pemainnya yang dinilai sudah berjuang sepanjang pertandingan.
"Saya tidak bisa menyalahkan pemain. Mereka sudah berjuang sampai akhir. Ketika tidak mampu memberikan umpan terakhir dan mencetak gol, sementara lawan bisa melakukannya, hasilnya memang tidak sesuai keinginan," ujar Montella.
Pelatih asal Italia tersebut juga menegaskan bahwa bermain di Liga A Nations League merupakan pengalaman penting bagi perkembangan timnya.
"Bermain di Liga A adalah sebuah keistimewaan, bukan hukuman. Tim nasional mendapatkan pengalaman dan kami sudah melihat level kompetisi ini. Kami terus berjuang," katanya.
Montella turut menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Turki. Menurutnya, para pemain sudah memperlihatkan respons setelah kekalahan sebelumnya dari Italia.
"Saya sangat menyesal untuk para pendukung. Tidak ada gunanya menyalahkan pemain. Tidak ada seorang pun yang bersalah. Kami harus terus mendapatkan pengalaman," tambahnya.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Montella, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir dan menjaga konsentrasi menghadapi tim-tim papan atas Eropa.
Sebaliknya, Belgia mendapatkan modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Prancis. Namun, Van Bommel harus kehilangan De Bruyne dan Tielemans yang dipastikan terkena akumulasi kartu kuning.
Kemenangan 3-0 ini mempertegas persaingan Grup A1, dengan Belgia terus membayangi Prancis dalam perebutan posisi teratas
Sumber: Reuters, Anadolu Agency, Starsporttv, Fotomac, dan Futboo.
Belgia Tumbang, Jurus Super Sub Zidane Berbuah Gol Kemenangan Olise
Dua Kekalahan Hantam Turki, Montella Akui Masalah Mental dan Fisik
Zidane Puas Prancis Kalahkan Turki 1-0, Soroti Taktik hingga Cedera Mbappe
Prancis Era Zidane Hadapi Turki, Ujian Berat di Kocaeli
Jadwal Lengkap UEFA Nations League 2026/2027, Big Match dan Laga Perdana