Rabu, 21 Oktober 2026

Liverpool Comeback Dramatis, Hajar Villarreal 4-3! Andoni Iraola Puji Mentalitas The Reds

Mac Allister mencetak dua gol dan Rio Ngumoha menyumbang dua assist saat Liverpool membalikkan ketertinggalan dua gol di Anfield.
Sukri - Rabu, 21 Oktober 2026 13:20 WIB
Liverpool Comeback Dramatis, Hajar Villarreal 4-3! Andoni Iraola Puji Mentalitas The Reds
istimewa
Mac Allister mencetak brace ke gawan Villareal untuk kemenangan Liverpool 4-2.(Foto: liverpoolfc/Instagram)
Kitakininews.co.id - Liverpool menunjukkan mentalitas luar biasa saat bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan Villarreal dengan skor 4-3 dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Anfield, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Kemenangan ini mempertahankan rekor sempurna The Reds dalam tiga pertandingan fase liga.

Di balik hasil dramatis tersebut, Alexis Mac Allister tampil sebagai salah satu penentu kemenangan, sementara pemain muda Rio Ngumoha mencuri perhatian lewat dua assist penting. Di kubu lawan, pelatih Iñigo Pérez harus menerima kenyataan pahit setelah Villarreal sempat berada dalam posisi menjanjikan.

Baca Juga:

Liverpool yang ditangani Andoni Iraola justru mengawali pertandingan dengan sejumlah masalah di lini belakang. Baru empat menit berjalan, kesalahan Virgil van Dijk dalam mengantisipasi bola membuat Georges Mikautadze memperoleh peluang emas. Penyerang Villarreal itu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa tim tamu unggul 1-0.

Villarreal kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui Sergi Cardona. Serangan terorganisasi yang dibangun tim asuhan Iñigo Pérez memperlihatkan kemampuan mereka mengeksploitasi ruang di pertahanan Liverpool.

Namun, Liverpool berhasil mengubah arah pertandingan menjelang turun minum. Alexis Mac Allister memperkecil ketertinggalan lewat sundulan, sebelum Ronald Araújo menyamakan skor menjadi 2-2 setelah memanfaatkan umpan Rio Ngumoha.

Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih agresif. Ngumoha kembali menjadi pembeda ketika melewati pertahanan Villarreal dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan yang diselesaikan Mac Allister untuk membawa tuan rumah unggul 3-2.

Florian Wirtz kemudian memperlebar jarak menjadi 4-2. Liverpool sempat terlihat mengendalikan pertandingan, tetapi Villarreal belum menyerah. Tani Oluwaseyi mencetak gol pada menit-menit akhir dan membuat suasana Anfield kembali menegangkan.

Meski mendapat tekanan hingga peluit panjang, Liverpool mampu mempertahankan keunggulan dan mengamankan tiga poin berharga.

Usai pertandingan, Iraola mengakui Villarreal tampil lebih baik pada awal laga. Pelatih Liverpool itu menilai timnya baru menemukan ritme permainan setelah tertinggal dua gol.

"Dalam 30–35 menit pertama hingga skor 2-0, mereka jauh lebih baik daripada kami. Pada 30–35 menit pertama babak kedua, kami justru jauh lebih baik," kata Iraola dalam konferensi pers pascapertandingan yang dimuat situs resmi Liverpool.

Iraola juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak kehilangan konsentrasi meski sudah unggul. "Anda tidak boleh lengah," tegasnya, merujuk pada situasi ketika Liverpool mengira pertandingan sudah terkendali setelah mencetak gol keempat.

Di sisi lain, Iñigo Pérez menilai Villarreal sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang hasil lebih baik. Ia kecewa karena kesalahan-kesalahan kecil membuat timnya kehilangan kendali setelah sempat unggul dua gol.

"Kami mencetak tiga gol dan memainkan sepak bola yang sangat bagus, tetapi tetap kalah. Karena itu, kami harus memusatkan analisis pada kesalahan-kesalahan yang kami lakukan," ujar Pérez, dikutip dari situs resmi Villarreal.

Ia juga menyoroti momentum menjelang jeda pertandingan. Menurutnya, apabila Villarreal mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum, timnya akan memiliki posisi lebih baik untuk menghadapi babak kedua.

"Ini pertandingan dengan momen-momen yang dimiliki kedua tim. Jika kami menghindari kesalahan sederhana, peluang untuk menang di pertandingan dan stadion seperti ini akan lebih besar," kata Pérez.

Pertandingan ini juga menjadi pertemuan emosional bagi kedua pelatih. Pérez pernah menjadi asisten Iraola di Rayo Vallecano sebelum menempuh perjalanan kepelatihannya sendiri. Kini, keduanya berhadapan sebagai pelatih kepala di panggung Liga Champions.

Kemenangan tersebut menegaskan karakter Liverpool yang mampu bangkit ketika berada dalam tekanan. Namun, kebobolan tiga gol sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Iraola. Bagi Villarreal, permainan menyerang mereka menjanjikan, tetapi konsentrasi dan ketahanan pertahanan harus segera dibenahi.

Sumber: Liverpool FC, Villarreal, Reuters

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Luis Enrique Usai PSG Hajar Barcelona 4-2: Kalahkan Tim Sekelas Blaugrana Selalu Istimewa

Luis Enrique Usai PSG Hajar Barcelona 4-2: Kalahkan Tim Sekelas Blaugrana Selalu Istimewa

PSG vs Barcelona: Luis Enrique Tantang Mantan Klub, Hansi Flick Siapkan Kejutan di Parc des Princes

PSG vs Barcelona: Luis Enrique Tantang Mantan Klub, Hansi Flick Siapkan Kejutan di Parc des Princes

Liverpool Bangkit di Markas Brentford, Isak Jadi Penentu Kemenangan Dramatis 2-1

Liverpool Bangkit di Markas Brentford, Isak Jadi Penentu Kemenangan Dramatis 2-1

Brentford Incar Kemenangan Saat Jamu Liverpool di Gtech Community

Brentford Incar Kemenangan Saat Jamu Liverpool di Gtech Community

Manchester City vs PSG: Maresca Waspadai Ancaman Juara Eropa

Manchester City vs PSG: Maresca Waspadai Ancaman Juara Eropa

Liga Champions: Arsenal Menggila, Bayern Tersandung, Inter Dipermalukan

Liga Champions: Arsenal Menggila, Bayern Tersandung, Inter Dipermalukan

Komentar
Berita Terbaru