Selamat! Film Empat Musim Pertiwi Terpilih Wakili Indonesia di Academy Awards 2027
Melansir berbagai sumber, Kamis (17/9/2026), kepastian ini setelah Komite Seleksi OscarsIndonesia (The Indonesian Oscars Selection Committee/IOSC) menetapkannya dalam rapat pleno Komite Seleksi pada Senin lalu.
Baca Juga:
Tepatnya, setelah seluruh film unggulan menjalani proses penilaian dan penayangan khusus di Bioskop XXI Senayan City, Jakarta.
Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) bertindak sebagai Pelaksana Resmi Seleksi OscarsIndonesia 2026, dengan Deddy Mizwar sebagai Ketua Pelaksana.
"Kami sangat bangga Empat Musim Pertiwi akan mewakili Indonesia di Academy Awards," ungkap produser Ifa Isfansyah.
Komite Seleksi OscarsIndonesia (The Indonesian Oscars Selection Committee/IOSC) memilih Empat Musim Pertiwi menjadi wakil negara untuk kategori Best International Feature Film di Oscars.
"Sebagai sutradara, Kamila Andini membuat film ini sangat bernuansa Indonesia dalam latar dan perspektifnya, sekaligus berbicara tentang pengalaman universal mengenai trauma, ketangguhan, dan pencarian tempat pulang," tambah Ifa Isfansyah.
Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi telah melakukan penayangan perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026, dalam program Centerpiece.
Film persembahan Forka Films dari penulis dan sutradara Kamila Andini, serta produser Ifa Isfansyah itu juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 pada waktu yang bersamaan dengan tanggal rilis di bioskop Indonesia, 8 Oktober 2026, serta resmi terpilih untuk tayang di Tokyo International Film Festival pada akhir tahun ini.
Sebagai informasi, filmEmpat Musim Pertiwi dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan.
Film ini mengikuti kisah Pertiwi (Putri Marino). Setelah 20 tahun, Pertiwi akhirnya pulang. Namun kepulangannya bukan sesuatu yang dinantikan oleh warga, bahkan keluarganya sendiri enggan menerimanya.
Hanya Mak Ira (Christine Hakim) dan Bisma (Arya Saloka) yang menyambutnya. Pertiwi tahu, pulang berarti membuka kembali masa lalu yang membawanya ke sel penjara.
Namun kali ini ia tidak datang untuk melarikan diri.
Pertiwi datang untuk menghadapi empat musim dalam hidupnya yang pernah membuat dunianya gelap gulita, sebelum perlahan ia menemukan jalan untuk kembali mekar dan menuju cahaya.
"Film ini sangat berakar pada Indonesia, namun pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya tentang trauma, ingatan, kekerasan, dan penyembuhan bersifat universal," jelas penulis dan sutradara, Kamila Andini.
Tersangkut Kasus Uang Rp5,7 Miliar, Aisar Khaled: Mereka Menunggu saat Aku Lemah
Jadi Calon Wagub di Film Bapak Paling Jujur, Soleh Solihun: Intisari dari Semua Pejabat
Yasamin Jasem Jadi Hantu yang Sarkas dan Centil di Film Komedi Horor
Bareng Suami Main Film Horor, Dinda Hauw: Capek Ya Syutingnya
Perankan Karakter Ibu Bisu, Aghniny Haque Asah Kelembutan Diri