Hati-hati Makan Mochi, Bisa Mengacam Nyawa
Melansir berbagai sumber, Senin (6/1/2025), dalam tiga hari pertama Tahun Baru 2025, sembilan warga di Tokyo dilarikan ke rumah sakit setelah tersedak mochi. Dua dari mereka kemudian meninggal dunia.
Baca Juga:
Menurut Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo, sembilan orang tersebut berusia antara 73 hingga 84 tahun.
Otoritas kesehatan setempat pun sebelumnya menyerukan peningkatan kewaspadaan mencegah insiden tersedak mochi. Pasalnya, insiden tersedak mochi di kalangan lansia selalu berulang terjadi, terutama di Tahun Baru.
Badan Kepolisian Nasional dan Badan Pengelolaan Kebakaran dan Bencana Jepang mendesak para lansia untuk berhati-hati saat makan kue beras mochi selama liburan Tahun Baru. Seruan ini dilakukan setiap tahun di waktu ini.
Selama periode Tahun Baru, keluarga biasanya memasak sup ozoni dan memasukkan kue beras ke dalam kaldu sayuran. Beberapa tips dibagikan seperti membasahi tenggorokan dengan teh atau sup sebelum makan mochi.
Selain itu, memotongnya menjadi potongan kecil yang mudah dimakan, dan tidak menelannya dengan terburu-buru, tetapi mengunyahnya perlahan sebelum menelannya. Mereka juga diminta memakannya di hadapan orang lain.
Sebagai informasi, mochi adalah kue beras yang dibuat dengan memalu beras berulang kali hingga hancur menjadi tekstur yang kenyal.
Kue beras dari Jepang ini berasal dari kata 'motsu' yang berarti 'untuk menahan atau memiliki'. Dalam kata lain, mochi bermakna sebagai makanan yang diberikan Tuhan sehingga sering dihadirkan saat perayaan penting di Jepang.
Praktik memakannya sebagai tradisi Tahun Baru berasal dari Era Heian Jepang sebagai bagian dari hagatame atau pembersih gigi.
Hal itu dilandasi kepercayaan bahwa makan makanan yang keras akan memperkuat gigi untuk Tahun Baru.
Warga Medan Denai Edarkan Sabu di Padangsidimpuan, Tertangkap di Depan Hotel
PSMS Medan Berbagi Poin dengan Kendal Tornado FC
Lewis Hall Diminati Man United, Newcastle Beri Jawaban Begini
Oki & Nirmala Diangkat ke Film, Tissa Biani Jadi Pemeran Utama
Rico Waas Tegaskan Rekomendasi DPRD Jadi Momentum Perkuat PAD dan Tertibkan Aset Daerah, Minta Sekda dan OPD Tindaklanjuti dengan Serius